Refleksi Setahun Kepemimpinan Lurah Cikundul, Ayep Zaki Ungkap Rencana Pusat Kota dan Kawasan Industri

SUKABUMITIMES.com – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengungkapkan rencana pembangunan pusat kota seluas 70 hektare dan kawasan industri seluas 60 hektare sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ayep Zaki saat menghadiri kegiatan refleksi satu tahun kepemimpinan Lurah Cikundul sekaligus silaturahmi bersama Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Saan Mustopa, di Aula Kelurahan Cikundul, Kota Sukabumi, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Baros Martha Galuh Budianti, Lurah Cikundul beserta jajaran, para lurah se-Kota Sukabumi, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Ayep Zaki menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah merencanakan pembangunan kawasan industri yang berlokasi di Kecamatan Lembursitu, termasuk wilayah Cikundul.

“Wali kota merencanakan membuat dua kawasan. Pertama, pusat kota di atas lahan 70 hektare. Kedua, kawasan industri seluas 60 hektare,” ungkap Ayep.

Ia berharap rencana pembangunan kawasan industri tersebut dapat terealisasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menciptakan kesempatan kerja.

“InsyaAllah, kawasan industri ini masuk wilayah Cikundul. Yang penting, harga tanah jangan sampai naik,” tegasnya.

Ayep juga menekankan pentingnya pengendalian pembangunan agar proses pengembangan kawasan industri dapat berjalan sesuai perencanaan pemerintah.

“Kuncinya sekarang ada di wali kota. Kalau tidak sesuai peruntukannya untuk kawasan industri, izin dari wali kota tidak akan diberikan,” katanya.

Selain kawasan industri, Ayep menjelaskan bahwa pemerintah juga berupaya membangun kawasan perkotaan di wilayah Cibeureum. Menurutnya, pengembangan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar jangka panjang untuk memperkuat identitas dan perkembangan Kota Sukabumi.

“Urang ikhtiar, supaya Sukabumi gaduh kota,” ujarnya dalam bahasa Sunda, yang berarti pihaknya berikhtiar agar Sukabumi memiliki kawasan perkotaan yang semakin berkembang.

Di sisi lain, Ayep mengapresiasi kepemimpinan Lurah Cikundul yang dinilai mampu membangun kebersamaan dan mempererat hubungan dengan masyarakat.

“Saya bersyukur, Pak Ateng luar biasa. Setelah menjadi lurah, harus aktif dan berkumpul bersama masyarakat, membangun persatuan,” tuturnya.

Ayep kemudian menyoroti sejumlah program pemerintah yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat, mulai dari pemutakhiran data desil, penanganan pengangguran, hingga peningkatan akses pendidikan.

Ia meminta masyarakat segera melaporkan persoalan data kesejahteraan yang tidak sesuai agar dapat ditindaklanjuti melalui program pembaruan data desil.

“Kalau ada desil-desil yang bermasalah, segera laporkan ke lurah,” imbaunya.

Tak hanya itu, warga yang belum memiliki pekerjaan juga diminta segera mendaftarkan diri ke Dinas Tenaga Kerja agar dapat memperoleh informasi dan akses terhadap peluang kerja.

“Yang menganggur, daftarkan ke Dinas Tenaga Kerja,” kata Ayep.

Ia juga memberikan perhatian kepada warga berusia di bawah 35 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan formal, baik tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, maupun sekolah menengah atas.

“Yang tidak lulus SD, SMP, atau SMA, usianya di bawah 35 tahun, segera daftarkan ke lurah. Nanti akan diteruskan ke Dinas Pendidikan untuk mengikuti penyetaraan Paket A, B, dan C,” jelasnya.

Menurut Ayep, berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi pengangguran, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memastikan data kesejahteraan masyarakat lebih akurat.

“Program wali kota itu menyelesaikan pengangguran, menyelesaikan penyetaraan pendidikan Paket A, B, dan C, serta menormalkan dan memperbarui data desil satu sampai desil lima,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *