SUKABUMITIMES.com – Lurah Gedongpanjang, Hauwera Aulia Handayani, menyampaikan bahwa kerusakan parah Jalan Cipanas 1, tepatnya di belakang Santasea Waterpark, RT 001/RW 005, Kelurahan Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, menyebabkan sekitar 15 sepeda motor tergelincir dalam sehari akibat jalan berlubang dan permukaan yang licin karena timbunan tanah bercampur air.
Hal tersebut disampaikan Lurah Hauwera kepada sukabumitimes.com disela-sela penyiraman jalan yang licin di Jalan Cipanas 1 Kota Sukabumi pada Senin (12/10/2026)
“Hari ini saja ada kurang lebih 15 motor yang tergelincir di area tersebut. Sebelumnya, beberapa hari yang lalu, warga berinisiatif menutup lubang dengan batu dan tanah karena jalan ini memang sudah cukup lama rusak,” ujar Hauwera.
Ia menjelaskan, tanah yang digunakan warga untuk menutup lubang menjadi licin setelah terkena air sehingga membahayakan pengendara yang melintas.
“Tadi karena terkena air, tanah itu jadi licin. Kami menerima laporan sebanyak 15 motor yang tergelincir di area tersebut,” ungkapnya.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak kelurahan bersama ketua RT dan RW, kepolisian, serta Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Sukabumi langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan.
“Hal pertama yang kami lakukan adalah menyemprot jalan yang licin tersebut dengan air dari Damkar. Kami berharap tanah-tanah yang licin tadi segera terangkat sehingga jalan tidak licin lagi,” katanya.
Untuk sementara, sebagian jalan ditutup selama proses pembersihan berlangsung guna mengurangi risiko kecelakaan susulan.
Hauwera menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Bahkan, laporan mengenai kerusakan jalan tersebut telah disampaikan langsung kepada Wakil Wali Kota Sukabumi.
“Kami sudah berkoordinasi dengan kecamatan dan pihak PU, serta sudah menyampaikan langsung kepada Bapak Wakil Wali Kota. Insyaallah, jalan di sini akan segera diperbaiki oleh Pemerintah Kota Sukabumi dalam 14 hari kerja,” jelasnya.
Terkait kondisi korban, ia menyebutkan sejumlah pengendara mengalami luka-luka akibat terjatuh. Beberapa di antaranya dilaporkan mengalami lecet dan terkilir.
“Ada beberapa yang terkilir, ada yang hanya jatuh dan motornya agak lecet. Kami juga mendapat kabar ada satu warga yang terkilir dan sedang menjalani pengobatan urut,” tuturnya.
Atas kejadian tersebut, Hauwera menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak dan berharap perbaikan jalan segera direalisasikan.

“Sekali lagi, kami dari Pemerintah Kota Sukabumi memohon maaf kepada warga sekitar dan warga yang terdampak akibat adanya kecelakaan ini. Kami berikhtiar agar pemerintah kota segera memperbaiki jalan yang rusak tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua RW 005 Kelurahan Gedongpanjang, Slamet Rubiyanto, menyampaikan bahwa kerusakan jalan tersebut sudah beberapa bulan lalu dilaporkan kepada instansi terkait melalui forum RT/RW. Ia mengaku telah menyampaikan dokumentasi berupa foto dan video sebagai bukti kondisi jalan.
“Ini sudah beberapa bulan ke belakang saya sampaikan di forum RT/RW Kota. Saya sudah sampaikan, sudah foto, sudah video. Namun, tanggapan dari pihak terkait, jalan ini tidak bisa hanya dibeton, tetapi harus dicor sehingga masih menunggu waktu,” ungkap Slamet.
Menurutnya, warga sekitar akhirnya berinisiatif menutup lubang jalan karena kecelakaan kerap terjadi, terutama pada pagi hari dan menjelang magrib. Kondisi jalan yang gelap semakin meningkatkan risiko bagi pengguna jalan.
“Warga masyarakat di sini melihat setiap hari selalu ada kejadian orang jatuh, terutama pagi dan magrib. Posisi jalan ini juga gelap,” katanya.
Slamet menjelaskan, kondisi jalan berlubang cukup dalam, ditambah rembesan air yang terus muncul dan tanah licin, menjadi ancaman bagi keselamatan pengendara.
“Di sini gelap, ditambah jalan berlubang lumayan dalam, air selalu muncul dan tanah menjadi licin. Bahkan hari ini sudah ada beberapa motor yang jatuh. Ada yang kakinya terkilir, muka dan badan juga mengalami luka-luka,” bebernya.

Ia berharap perbaikan jalan dilakukan secara menyeluruh, bukan sekadar menutup lubang untuk sementara. Menurutnya, pembangunan harus disertai sistem drainase yang memadai untuk mengatasi rembesan air.
“Air ini bukan datang tiba-tiba atau hanya musiman, tetapi selalu muncul dari bawah. Karena itu, saya sudah menyampaikan agar dibuatkan gorong-gorong untuk pembuangan air,” jelasnya.
Selain perbaikan jalan dan drainase, Slamet meminta pemerintah memperhatikan kebutuhan penerangan di sekitar lokasi agar pengendara dapat melintas dengan lebih aman, terutama pada pagi dan malam hari.
“Mohon kepada instansi terkait agar penerangan segera direalisasikan. Kami juga meminta agar perbaikan jalan segera dilakukan sehingga warga masyarakat maupun pengguna jalan tidak terus terkena dampaknya,” harapnya.
Ia berharap kejadian tersebut menjadi perhatian serius pemerintah agar pembangunan segera direalisasikan dan tidak menunggu jatuhnya korban berikutnya.
“Harapan saya, mudah-mudahan dengan kejadian hari ini pemerintah bisa meninjau, melihat, dan cepat merealisasikan pembangunan. Jangan sampai harus menunggu lebih banyak korban lagi,” pungkasnya. (sya)
































