SUKABUMITIMES.com – Pagi yang semula berjalan biasa di Pantai Istiqomah, tepatnya di depan Hotel Augusta, Desa Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah mencekam.
Dua pelajar yang tengah berenang di pinggir pantai tiba-tiba dihantam ombak besar. Dalam hitungan waktu, keduanya terseret arus ke arah tengah laut. Peristiwa kecelakaan laut itu terjadi pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
Dua pelajar yang menjadi korban yakni Doa Khoirul Ikhsan (16) dan Hafidz Mubarok (17).
Doa, warga Kampung Jengjing, Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak, hingga kini dilaporkan hilang setelah terseret arus. Sementara Hafidz, warga Kampung Taman Kota, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak berhasil diselamatkan.
Kasatpol Airud Polres Sukabumi AKP Dadi menjelaskan, kejadian bermula ketika kedua korban sedang berenang di kawasan pinggir Pantai Istiqomah. Tanpa diduga, datang ombak besar yang menerjang area tempat keduanya berenang. Kuatnya hempasan ombak membuat kedua korban terseret arus menjauh dari tepian hingga menuju tengah laut.
Kemudian, lanjut Akp Dadi, situasi sempat berubah panik. Upaya penyelamatan kemudian dilakukan oleh kru Balawista yang saat itu berjaga di kawasan Pantai Istiqomah.
“Hafidz berhasil dijangkau dan dievakuasi dalam kondisi selamat. Setelah berhasil dievakuasi dari laut, Hafidz kemudian dibawa oleh anggota Satpol Airud Polres Sukabumi ke RSUD Palabuhanratu untuk mendapatkan pertolongan medis,” ujarnya.
Namun, keberuntungan belum berpihak kepada Doa. Pelajar berusia 16 tahun itu belum berhasil ditemukan dan dinyatakan hilang setelah terseret arus ke tengah laut. Petugas Satpol Airud Polres Sukabumi kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pendataan, meminta keterangan saksi serta menggali kronologi kecelakaan laut tersebut.
“Dua saksi yang merupakan teman korban saat ini tengah dimintai keterangan,” ucapnya.
Adanya insiden ini, Akp Dadi kembali memberi peringatan bagi wisatawan yang beraktivitas di kawasan pantai untuk tetap waspada dan berhati hati, pasalnya kondisi ombak dan arus laut dapat berubah sewaktu-waktu dan membahayakan.
“iya termasuk mereka yang hanya berenang di sekitar tepian,” kata Akp Dadi.
Satpol Airud Polres Sukabumi juga mengimbau wisatawan agar tidak mengabaikan kondisi laut dan selalu memperhatikan arahan petugas di lokasi wisata. Wisatawan juga diminta mengawasi anak-anak maupun anggota keluarga yang bermain di sekitar pantai serta tidak berenang atau mandi di laut apabila kondisi dinilai tidak aman.
“Ini menjadi pengingat semua pihak, bahwa bermain di laut bukan sekadar soal menikmati deburan ombak, tetapi juga membutuhkan kewaspadaan dan disiplin terhadap keselamatan,” tandasnya. (stm)



























