SUKABUMITIMES.com – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi Budi Hardiono mengungkapkan, pelaksanaan Shalat Istisqa’ dan doa bersama menjadi ikhtiar jajaran Pemasyarakatan bersama Warga Binaan untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau yang cukup panjang.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut Surat Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Nomor PAS.4.PK.06.01-35 tanggal 15 September 2026 tentang Pelaksanaan Shalat Istisqa’ pada Satuan Kerja Pemasyarakatan di seluruh Indonesia.
Mengusung tema “Gerakan Nasional Shalat Istisqa’ dan Doa Bersama untuk Memohon Hujan serta Mitigasi Dampak Kekeringan pada SATKER Pemasyarakatan Tahun 2026”, kegiatan diikuti oleh jajaran ASN dan Warga Binaan Lapas Kelas IIB Sukabumi.
Dalam sambutannya, Budi Hardiono mengajak seluruh peserta untuk tetap bersyukur sekaligus merendahkan diri di hadapan Allah SWT dalam menghadapi kondisi kemarau.
“Kita harus tetap bersyukur dalam kondisi apa pun dan senantiasa merendahkan diri di hadapan Allah SWT,” ujar Budi.
Menurutnya, Shalat Istisqa’ yang dilaksanakan bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi merupakan bentuk ikhtiar bersama yang dilakukan jajaran Pemasyarakatan di berbagai daerah.
“Pelaksanaan Shalat Istisqa’ ini merupakan ikhtiar kita bersama, sebagaimana dilaksanakan oleh jajaran Pemasyarakatan di seluruh Indonesia,” katanya.
Budi juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Pemasyarakatan dalam memberikan manfaat, termasuk melalui pembinaan kepribadian dan keagamaan bagi Warga Binaan.
“Apa yang kita lakukan prinsipnya yaitu Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat,” tegasnya.
Kalapas turut mengapresiasi para Warga Binaan yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib. Ia menilai keterlibatan Warga Binaan menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana Lapas yang aman, tertib dan kondusif.
“Kami mengapresiasi seluruh Warga Binaan yang telah mengikuti kegiatan ini dengan tertib,” ungkapnya.
“Kita bersama-sama menjaga kondisi Lapas agar tetap aman dan kondusif,” sambung Budi.
Sementara itu, Shalat Istisqa’ dipimpin Ust. H. Endang Saepulloh yang sekaligus bertindak sebagai imam dan khatib. Sedangkan Ust. Dedi Rizaludin dari Kementerian Agama Kota Sukabumi hadir sebagai penyuluh agama.
Dalam khutbahnya, Ust. H. Endang Saepulloh menyampaikan bahwa hujan merupakan kebutuhan bagi seluruh makhluk hidup.
“Hujan merupakan kebutuhan bagi seluruh makhluk, baik manusia, hewan, tumbuhan maupun tanah,” tuturnya.
Karena itu, ia mengajak jamaah untuk memperbanyak istighfar dan taubat serta melakukan introspeksi terhadap berbagai kesalahan yang telah diperbuat.
“Kita harus memperbanyak istighfar dan taubat kepada Allah SWT,” katanya.
Ia menjelaskan, taubat tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui perubahan sikap dan perilaku.
“Taubat itu diwujudkan dengan meninggalkan perbuatan yang salah, menyesali kesalahan yang telah dilakukan, dan berjanji untuk tidak mengulanginya kembali,” jelasnya.
Selain memohon turunnya hujan, pelaksanaan Shalat Istisqa’ tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan seluruh peserta.
Kegiatan juga diharapkan dapat membangun kepedulian terhadap lingkungan, terutama dalam menghadapi dampak kekeringan dan menjaga ketersediaan air.
“Semoga ikhtiar dan doa yang kita panjatkan ini menjadi jalan turunnya hujan serta membawa manfaat bagi seluruh makhluk,” demikian disampaikan dalam rangkaian doa bersama.
Seluruh rangkaian kegiatan Shalat Istisqa’ dan doa bersama di Lapas Kelas IIB Sukabumi berlangsung aman, tertib, lancar, khidmat dan kondusif.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan pembinaan kepribadian dan keagamaan bagi Warga Binaan, sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menghemat dan menjaga ketersediaan air di tengah kondisi kemarau. (*/sya)































