SUKABUMITIMES.com – Kepala MTsN Kota Sukabumi Ernawati mengungkapkan, keikutsertaan siswa dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 pada bidang Matematika, IPA dan IPS menjadi sebuah kebanggaan sekaligus kesempatan berharga untuk mengembangkan potensi, kemampuan dan kepercayaan diri siswa.
Hal tersebut diungkapkan Ernawati setelah mengikuti upacara pembukaan OMI 2026 tingkat Kota Sukabumi yang digelar di MAN 1 Kota Sukabumi pada Senin (7/9/2026).
“Keikutsertaan murid MTsN dalam OMI pada Mapel IPA, Matematika dan IPS merupakan sebuah kebanggaan sekaligus kesempatan berharga untuk mengembangkan potensi, kemampuan, dan kepercayaan diri,” ungkap Ernawati.
Ia mengatakan, pihak madrasah sangat mengapresiasi semangat dan perjuangan para siswa yang telah mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi semangat dan perjuangan anak-anak yang telah berusaha mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Ernawati berharap seluruh peserta dapat mengikuti OMI dengan penuh semangat dan percaya diri, serta tetap menjunjung tinggi sportivitas.
“Jadikan ajang ini bukan hanya sebagai tempat untuk meraih prestasi, tetapi juga sebagai pengalaman berharga untuk belajar, berkembang, dan membangun karakter,” katanya.
“Apapun hasil yang diperoleh nantinya, kami tetap bangga kepada seluruh siswa yang telah berani berkompetisi dan membawa nama baik madrasah,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Bidang Prestasi MTsN Kota Sukabumi Rusnandi menjelaskan, proses seleksi siswa yang dipersiapkan untuk OMI dilakukan secara ketat dan bukan berdasarkan penunjukan dari madrasah.
“Awalnya ada 100 murid yang diseleksi. Jadi, bukan atas penunjukan dari madrasah,” kata Rusnandi.
Menurutnya, seleksi telah dimulai sejak Februari 2026. Dari 100 siswa, kemudian disaring menjadi 40 siswa dari kelas 8 dan 9 hingga mengerucut menjadi siswa terbaik di tiga bidang.
“Seleksi mulai dari awal Februari 2026 dengan jumlah 100 murid, kemudian menjadi 40 murid dari kelas 8 dan 9. Hingga terpilihnya murid dari tiga bidang, yaitu Matematika, IPA dan IPS,” jelasnya.
Para siswa terpilih selanjutnya mendapatkan bimbingan selama beberapa bulan yang dilakukan dengan memanfaatkan waktu senggang.
“Dilanjutkan dengan bimbingan selama beberapa bulan. Kalau ada waktu-waktu senggang biasanya digunakan untuk pembimbingan dan sebagainya,” tuturnya.
Rusnandi menambahkan, sejumlah siswa MTsN Kota Sukabumi sebelumnya juga telah mengikuti MOSAIC hingga tingkat Provinsi Jawa Barat. Hasilnya, siswa MTsN Kota Sukabumi berhasil meraih medali perak bidang IPA atas nama Faiq dan medali perunggu bidang Matematika atas nama Shafa Mumtaz Hidayat.
“Untuk persiapan mengikuti OMI ini dilaksanakan seleksi lagi dan terpilihlah 9 murid dari tiga bidang, yaitu Matematika Terintegrasi, IPA Terintegrasi, dan IPS Terintegrasi,” ungkapnya.
Selain itu, untuk kategori OMI Riset, MTsN Kota Sukabumi menyiapkan empat kelompok yang berasal dari kelas 7 dan 8 beserta pembimbingnya.
“Sedangkan untuk OMI Riset itu dari kelas 7 dan 8 sebanyak empat kelompok beserta pembimbingnya,” kata Rusnandi.
Ia menegaskan, pihaknya memasang target tinggi dalam OMI 2026.
“Targetnya kalau bisa sapu bersih untuk tiga bidang tersebut sehingga bisa mewakili Kota Sukabumi ke jenjang Provinsi Jawa Barat,” pungkasnya. (sya)































