SUKABUMITIMES.com — Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Barat melantik dan mengambil sumpah/janji 43 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Kemenag Jabar, Rabu (19/8/2026).
Pelantikan yang berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Jabar tersebut menjadi bagian dari penguatan organisasi sekaligus upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Kanwil Kemenag Jabar H. Dudu Rohman menegaskan, jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia meminta pejabat yang baru dilantik mampu menjadi pemimpin yang dapat bekerja sama sekaligus menggerakkan tim.
Menurut Dudu, terdapat lima kekuatan yang harus dimiliki seorang pemimpin, yakni mampu membaca arah perubahan, memiliki integritas, membangun pola pikir digital, mampu beradaptasi dengan lingkungan, serta membangun kolaborasi.
“Digital mindset harus menjadi dasar dalam pelayanan. Hari ini, pengambilan keputusan harus berbasis data, bukan berdasarkan perkiraan semata,” ujar Dudu, sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenag pada Rabu (19/8/2026).
Ia juga mendorong para pejabat menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam pelantikan tersebut, sejumlah pejabat ditempatkan di lingkungan Kemenag wilayah Sukabumi Agus Buhori, dilantik sebagai Kepala Kantor Kemenag Kota Sukabumi.
Sementara itu, Henda, dipercaya sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Kankemenag Kabupaten Sukabumi. Kemudian H. Oja Haerul Syam, sebagai Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, H. Dede Sudanta, sebagai Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam, serta H. Asep Akmal Hasan, sebagai Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kankemenag Kabupaten Sukabumi.
Selain itu, H. Maman Hidayat, dilantik sebagai Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam dan H. Deddy Wijaya, sebagai Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kankemenag Kabupaten Sukabumi.
Untuk Kankemenag Kota Sukabumi, Usman Armaludin, dipercaya sebagai Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, sedangkan Megantara Seca Kusumah, sebagai Penyelenggara Zakat dan Wakaf.
Dudu berharap seluruh pejabat yang baru dilantik tidak sekadar menjalankan rutinitas administratif, tetapi mampu hadir sebagai pemimpin yang menggerakkan organisasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kalau seorang pemimpin tidak bisa menggerakkan orang, maka belum bisa disebut pemimpin,” tegasnya (rus)
































