SUKABUMITIMES.com – Malam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di kawasan Cigaru, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, berubah menyedihkan bagi Angga Ardiansyah (22), warga Cigadog, dan Andira Yusep Hidayat (19), warga Cigaru.
Usai menonton hiburan musik di Lapang Sepak Bola Cigaru, dua pemuda itu justru menjadi korban pembacokan di Jalan Raya Kiaradua, Senin (17/8/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.
Kedua korban masing-masing mengalami beberapa luka diduga dibacok menggunakan celurit oleh tiga pria yang identitasnya hingga kini belum diketahui.
Saat diwawancara, Andira menuturkan, insiden bermula saat rekannya, Muhammad Rapli, terlibat senggolan dengan seseorang ketika berada di lokasi hiburan musik reggae di Lapang Cigaru. Rapli kemudian disebut hendak dibacok menggunakan celurit. Beruntung, ia menjatuhkan diri dari sepeda motor sehingga sabetan senjata tajam tersebut tidak mengenai kepalanya.
“Teman saya, Rafli, senggolan sama orang itu (Pelaku -red), nah pas udahan, waktu mau pulang, dia (pelaku) diikuti, dan salahnya sempat menggesekkan atau menyeretkan sajam celurit ke aspal dan hendak membacok kepala Rafli, tapi Rafli menjatuhkan diri,” ujar Andira.
Mendengar kabar tersebut, Andira bersama Angga dan beberapa teman lainnya berusaha mengejar pelaku yang melarikan diri menggunakan sepeda motor Honda Vario dengan membonceng tiga orang, dan pengejaran berlanjut hingga kawasan Kiara Koneng. Para pemuda tersebut kemudian kembali menemukan tiga orang yang diduga sebagai pelaku dan menghentikan perjalanan mereka.
Saat ditanya mengenai alasan hendak membacok Rapli, situasi justru kembali memanas. Salah seorang pria yang disebut memiliki rambut pirang tiba-tiba mengeluarkan celurit dari balik pakaiannya, dan tanpa banyak bicara, celurit kemudian diayunkan.
Andira menjadi sasaran pertama. Ia terkena sabetan pada bagian tangan kiri. Tak berhenti di situ, pelaku kembali mengayunkan celurit ke arah Angga. Andira mengaku sempat berusaha melindungi diri sebelum akhirnya berlari menyelamatkan diri.
“Saya kena di tangan. Sekitar 45 jahitan. Begitu dibacok, saya langsung lari,” katanya.
Sementara Angga, lanjut Andira, mengalami luka lebih serius. Ia terkena bacokan pada bagian tangan, pinggang dan punggung. Dalam kondisi bersimbah darah, Angga disebut masih berada di lokasi sebelum akhirnya meminta pertolongan kendaraan yang melintas.
“Angga kena bacok. Dia sekarang koma di rumah sakit,” ujar Andira.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Angga kemudian dilarikan ke RSUD Palabuhanratu untuk mendapatkan perawatan. Kondisinya dilaporkan cukup parah dan hingga kini masih menjalani penanganan medis.
Sementara Andira mendapat pertolongan pertama dari tenaga medis di sekitar Kampung Cigaru karena mengalami luka cukup dalam pada bagian tangan.
Usai melakukan pembacokan, ketiga pelaku langsung melarikan diri. Identitas mereka belum diketahui. Andira mengaku tidak mengenal para pelaku dan hanya sempat melihat wajah salah seorang di antaranya saat kejadian.
“Tidak kenal. Saya cuma lihat mukanya sedikit semalam,” katanya.
Peristiwa berdarah tersebut kini dalam penanganan aparat kepolisian. Sejumlah saksi telah disebut dalam laporan kejadian, jajaran kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas serta keberadaan para pelaku.
“Iya kami telah menerima laporan, saat ini terduga para pelaku sedang dalam pengejaran,” singkat Iptu Dudi Suharyana Kasatreskrim Polres Sukabumi. (stm)































