SUKABUMITIMES.com — Ketua Pemuda Pancasila Kota Sukabumi, Melan Maulana, mengungkapkan bahwa pembagian bendera Merah Putih kepada masyarakat merupakan bentuk kepedulian terhadap bangsa dan negara, meskipun dimulai dari hal sederhana.
“Walaupun tidak terlalu berdampak besar, tetapi ini merupakan sebuah kepedulian terhadap tanah air dan bangsa. Hal sederhana seperti memasang bendera Merah Putih dengan benar merupakan bagian dari rasa nasionalisme,” ujar Melan Maulana.
Pernyataan tersebut disampaikan saat lima organisasi kemasyarakatan (ormas), yakni Pemuda Pancasila, Pemuda Panca Marga (PPM), Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPPP), Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI), dan Pokdar Kamtibmas, bersinergi menggelar kegiatan pembagian sekaligus penertiban pemasangan bendera dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan berlangsung di Jalan Veteran II, Kota Sukabumi, dengan menyasar kendaraan yang melintas. Sebanyak **10.000 bendera Merah Putih** dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat.
Melan mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dapat mengajak masyarakat untuk ikut menunjukkan kecintaan terhadap Indonesia.
“Kita ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menunjukkan rasa cinta kepada tanah air. Salah satunya dengan memasang bendera Merah Putih dengan baik dan benar,” katanya.
Selain membagikan bendera, para anggota ormas juga memberikan edukasi kepada pengendara terkait pemasangan bendera. Bendera yang dipasang terbalik sehingga menjadi putih-merah diingatkan untuk segera diperbaiki.
Bendera yang sudah rusak atau tidak layak juga diganti dengan bendera baru. Sedangkan masyarakat yang belum memasang bendera diberikan secara gratis untuk dipasang pada kendaraannya.
Ketua PPM Kota Sukabumi, Dede Dahlan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk kolaborasi dan kepedulian bersama terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Ini merupakan kolaborasi bersama dalam rangka kepedulian terhadap Negara Republik Indonesia. Kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menunjukkan rasa cinta kepada tanah air,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan FKPPI, Yudi Furkon, menilai sinergitas lima organisasi tersebut menjadi momentum memperkuat kebersamaan dalam membangun Kota Sukabumi.
“Sinergitas anak-anak yang lahir dari rahim TNI dan Polri pada kesempatan HUT ke-81 Republik Indonesia ini merupakan langkah awal kebersamaan dalam membangun Kota Sukabumi,” ujar Yudi.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Salah seorang pengendara roda dua, Aisyah, mengaku sempat terkejut ketika diberhentikan petugas.
“Sempat kaget ketika diberhentikan. Saya kira ada pemeriksaan,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan pengendara roda empat, Iwan Rusmawan.
“Sempat kaget dan khawatir dikira bendera dijual secara paksa. Ternyata di sini kita dipersilakan menepi, kemudian dipasangkan bendera dan diberikan secara gratis,” kata Iwan.
“Saya salut dan bangga dengan kegiatan ini,” sambungnya.
Kelima organisasi berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial menyambut HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menghormati simbol negara dan memperkuat semangat nasionalisme. (sya)
































