SUKABUMITIMES.com – Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo (GCP) A. Kurniawan menegaskan dukungannya terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan tersebut disampaikan A. Kurniawan saat menghadiri Apel Akbar GCP 08 se-Jawa Barat yang digelar di Kota Sukabumi, Minggu (9/8/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Satu Tegak Lurus, Komando Satu, Jaga NKRI.”
Menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait anggaran MBG yang tidak boleh mengambil porsi dari anggaran pendidikan, A. Kurniawan mengatakan pihaknya meyakini Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran kabinetnya telah menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan program tersebut tetap berjalan.
“Tentunya kita sudah menyiapkan segala sesuatunya, ya. Pak Prabowo membuat program pasti sudah dihitung baik buruknya,” ujar A. Kurniawan.
Menurutnya, berbagai tantangan dalam pelaksanaan MBG merupakan hal yang perlu dihadapi dengan evaluasi dan perbaikan, bukan dengan menghentikan program tersebut.
“Kita tidak pernah berpikir bagaimana MBG tidak berjalan. Saya rasa kabinetnya Prabowo dengan Pak Prabowo sendiri sudah menyiapkan formula-formula untuk mengatasi kesulitan-kesulitan di lapangan,” katanya.
A. Kurniawan menilai MBG merupakan program yang memiliki tujuan mulia karena menyasar kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak Indonesia.
“Program MBG adalah program mulia yang diberikan oleh Pak Prabowo kepada rakyat Indonesia, terutama adik-adik kita, anak-anak kita yang kesulitan untuk mendapatkan sarapan,” ungkapnya.
Karena itu, ia menegaskan program tersebut harus tetap dipertahankan. Namun, jika dalam pelaksanaannya ditemukan berbagai persoalan maupun kekurangan, menurutnya hal itu harus menjadi bahan evaluasi pemerintah.
“Makanya MBG harus dipertahankan. Kalaupun terjadi kesalahan-kesalahan, ketidaksempurnaan, itu dikoreksi saja, dievaluasi,” tegasnya.
Ia pun meminta berbagai kekurangan dalam implementasi MBG tidak serta-merta dijadikan alasan untuk mencemooh program tersebut.
“Bukan programnya yang dicemooh, ya. Pelaksanaannya saja yang dievaluasi,” tandas A. Kurniawan. (sya)































