SUKABUMITIMES.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) melalui Fuel Terminal (FT) Balongan kembali melaksanakan rangkaian Program Pelajar Tangguh, Kembangkan Sekolah Tanggap dan Ceria (PANAH KESATRIA) melalui kegiatan pelatihan tim evakuasi yang diselenggarakan pada Kamis (30/07/2026) di Ruang Laboratorium IPA Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Balongan, Kabupaten Indramayu.
Program PANAH KESATRIA merupakan inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang sudah berjalan sejak September 2025, program ini berfokus pada penguatan kapasitas kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan melalui kolaborasi dengan sekolah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu.
Melalui edukasi kebencanaan yang interaktif dan aplikatif, program ini bertujuan menumbuhkan budaya sadar bencana sejak usia dini, meningkatkan keamanan warga sekolah, serta membangun lingkungan pendidikan yang tangguh, aman, dan berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, dan pengusaha.
Pelatihan ini diikuti oleh 60 siswa anggota Palang Merah Remaja (PMR) SMPN 1 Balongan sebagai upaya meningkatkan kapasitas dalam memahami prosedur evakuasi, teknik penyelamatan dasar, serta koordinasi saat menghadapi bencana. Kegiatan meliputi pemaparan potensi bencana di Balongan serta simulasi evakuasi dan penanganan darurat yang dipandu BPBD Kabupaten Indramayu.
Salah satu perwakilan BPBD Kabupaten Indramayu, Ismail, menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana perlu dibangun sejak dini melalui edukasi dan pelatihan yang berkelanjutan. Melalui pelatihan tim evakuasi.
“Kesiapsiagaan harus dimulai dari pemahaman dan latihan yang berkelanjutan. Dengan adanya pelatihan tim evakuasi seperti ini, siswa dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat dalam membangun budaya sadar bencana,” ungkap Ismail.
Salah satu peserta pelatihan, Rahman Rivaldi, mengaku pelatihan ini memberikan pengalaman baru sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi situasi darurat. Menurutnya, kombinasi antara penyampaian materi dan praktik langsung membuat proses belajar menjadi lebih mudah dipahami dan berkesan.
“Melalui pelatihan ini, kami menjadi lebih memahami cara melakukan evakuasi yang benar saat terjadi bencana. Kami juga belajar untuk tetap tenang, bekerja sama, dan membantu teman-teman lain dalam situasi darurat. Kegiatannya sangat menarik karena kami tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mempraktekkan proses evakuasi, sehingga ilmu yang didapat lebih mudah dipahami dan diingat,” ujar Rahman.
Di lain kesempatan, Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Reno Fri Daryanto, menegaskan bahwa peningkatan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah memerlukan pembelajaran yang berkelanjutan dan berorientasi pada praktik. Melalui Program PANAH KESATRIA, Pertamina berkomitmen membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan agar mampu merespons kondisi darurat secara cepat dan tepat.
“Melalui PANAH KESATRIA, kami ingin memastikan bahwa sekolah-sekolah memiliki kesiapan dalam menghadapi potensi bencana. Pelatihan tim evakuasi ini merupakan langkah konkret untuk membekali siswa dengan keterampilan praktis, sehingga mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu bertindak saat kondisi darurat terjadi,” ujar Reno.
Program ini turut mendukung pencapaian sustainable development goals (SGDs), khususnya poin 4 pendidikan berkualitas, melalui upaya peningkatan kapasitas pelajar dalam menghadapi resiko bencana sejak dini. (*/sya)






























