SUKABUMITIMES.com – Kepanikan menyelimuti Kampung Cipari Hilir, RT 014 RW 003, Desa Sukamaju, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (26/7/2026) pagi.
Kobaran api yang diduga dipicu korsleting listrik mengamuk dan meluluhlantakkan sebuah rumah milik pasangan Nandi dan Mimih hingga rata dengan tanah.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB itu berlangsung begitu cepat. Dalam hitungan menit, api melahap seluruh bangunan beserta isi rumah. Beruntung, saat kejadian rumah sedang kosong sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Sekretaris Kecamatan Cimanggu, Asep Mustofa, mengatakan hasil pemantauan sementara mengarah pada dugaan hubungan arus pendek listrik sebagai penyebab kebakaran.
“Dugaan sementara kebakaran diakibatkan adanya hubungan arus pendek,” kata dia.
Meski tidak menelan korban, musibah tersebut mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Melihat kobaran api semakin membesar, warga sekitar bergegas memberikan pertolongan dengan peralatan seadanya sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran dan aparat pemerintah.
Upaya bersama itu akhirnya berhasil mengendalikan api agar tidak merembet ke rumah-rumah lain di sekitar lokasi.
Tim gabungan yang terdiri dari Forkopimcam Cimanggu, Pemerintah Desa Sukamaju, P2BK, Tagana, Polsek Jampangkulon, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP, petugas pemadam kebakaran, hingga relawan diterjunkan untuk melakukan pemadaman, pendataan, serta pembersihan puing-puing bangunan yang telah hangus terbakar.
Akibat musibah tersebut, keluarga korban kini kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi ke rumah sanak saudara.
Selain kehilangan rumah, hampir seluruh harta benda yang berada di dalam bangunan ikut musnah dilalap api.
Kepala Desa Sukamaju, Dedih Supendi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menegaskan pemerintah desa bersama Pemerintah Kecamatan Cimanggu terus berkoordinasi untuk mempercepat penyaluran bantuan kepada korban.
Saat ini, kebutuhan mendesak yang diperlukan keluarga korban meliputi sembako, pakaian layak pakai, selimut, dan alas tidur.
Pemerintah berharap uluran tangan dari berbagai pihak dapat membantu meringankan beban korban yang harus memulai kembali kehidupannya setelah rumah mereka habis dilalap si jago merah. (*/uml)
































