Menjemput Prestasi Sejak Fajar: Kisah Perjalanan Kontingen MTsN Kota Sukabumi Menuju MOSAIC 2026 Tingkat Jawa Barat

SUKABUMITIMES.com – Sabtu, 25 Juli 2026, masih menunjukkan pukul 04.00 WIB ketika halaman MTsN Kota Sukabumi mulai dipenuhi wajah-wajah penuh semangat. Di tengah udara dini hari yang masih dingin, sepuluh siswa terbaik telah bersiap memulai perjalanan menuju Purwakarta untuk mengikuti Mathematics, Social and Science Competition (MOSAIC) 2026 Tingkat Provinsi Jawa Barat.

Hari itu bukan sekadar perjalanan menuju sebuah perlombaan. Lebih dari itu, mereka membawa mimpi, harapan, dan nama baik almamater serta Kota Sukabumi untuk dipertaruhkan di ajang bergengsi yang mempertemukan para pelajar terbaik dari seluruh Jawa Barat.

Dengan didampingi Rusnandi dan Asep Ahmad Suryanullah, para peserta berkumpul sejak sebelum fajar. Setelah memastikan seluruh perlengkapan lengkap, rombongan pun memulai perjalanan menuju Kabupaten Purwakarta.

Suasana di dalam kendaraan awalnya masih tenang. Beberapa peserta terlihat memejamkan mata sejenak, sementara yang lain membuka kembali catatan pelajaran sebagai pengingat terakhir sebelum berlaga. Namun perlahan, suasana berubah menjadi lebih cair. Canda tawa mulai terdengar, mengusir rasa gugup yang sejak semalam mungkin masih menghantui sebagian peserta.

Perjalanan ditempuh melalui jalur alternatif dari Sukabumi menuju Cianjur. Saat azan Subuh berkumandang, rombongan singgah di Masjid Al Jabbar Cimangkok, Kabupaten Cianjur, untuk melaksanakan salat Subuh berjamaah.

Di balik kesederhanaan momen tersebut, tersimpan doa-doa yang dipanjatkan dengan penuh harap. Mereka memohon agar diberi kesehatan, kelancaran perjalanan, ketenangan saat mengerjakan soal, dan hasil terbaik dalam kompetisi yang akan diikuti.

Usai beribadah, perjalanan kembali dilanjutkan. Matahari mulai muncul dari balik perbukitan, menghadirkan panorama pagi yang begitu indah. Udara yang sejuk menyelimuti perjalanan, sementara hamparan hijau pegunungan menjadi pemandangan yang memanjakan mata.

Sekitar tiga jam perjalanan terasa begitu menyenangkan. Ketika kendaraan melintasi kawasan Waduk Cirata, para peserta tak henti mengagumi luasnya perairan yang berpadu dengan hijaunya perbukitan di sekelilingnya.

Sesekali terdengar gelak tawa di dalam kendaraan. Ada yang berbagi cerita, ada yang saling memberikan motivasi, bahkan ada pula yang sesekali melempar candaan ringan agar suasana tetap rileks. Momen kebersamaan itu menjadi energi positif sebelum mereka memasuki arena kompetisi.

Perjalanan panjang tersebut justru semakin membangkitkan semangat para peserta. Mereka sadar bahwa MOSAIC bukan sekadar perlombaan biasa, melainkan ajang bergengsi yang mempertemukan siswa-siswi terbaik dari berbagai madrasah di Jawa Barat untuk berkompetisi dalam bidang Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Sebelum menuju lokasi kegiatan, rombongan terlebih dahulu singgah di sebuah homestay di Purwakarta untuk berganti pakaian dan mempersiapkan diri. Wajah-wajah yang sempat tampak lelah akibat perjalanan panjang kini kembali memancarkan optimisme.

Dengan seragam yang rapi dan penuh percaya diri, mereka kemudian menuju MTsN 2 Purwakarta, tempat berlangsungnya MOSAIC 2026.

Sesampainya di lokasi, suasana meriah langsung menyambut kedatangan para peserta. Alunan musik dari marching band MTsN 2 Purwakarta menggema di area kegiatan, memberikan sambutan hangat kepada seluruh kontingen yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Halaman madrasah dipenuhi para peserta yang mengenakan seragam kebanggaan masing-masing. Senyum, sapaan, dan semangat persahabatan terlihat di mana-mana. Meski akan saling bersaing di ruang lomba, keakraban antarpeserta menjadi pemandangan yang begitu mengesankan.

Bagi kontingen MTsN Kota Sukabumi, momen tersebut menjadi pengalaman yang tak ternilai. Mereka tidak hanya membawa bekal ilmu pengetahuan, tetapi juga semangat sportivitas, persaudaraan, dan kebanggaan sebagai duta madrasah.

Sepuluh peserta itu telah bertekad memberikan penampilan terbaik. Mereka ingin menunjukkan bahwa kerja keras selama berbulan-bulan dalam mempersiapkan diri bukanlah sesuatu yang sia-sia.

Apa pun hasil yang akan diraih, langkah mereka yang dimulai sejak dini hari pada Sabtu, 25 Juli 2026, telah menjadi bukti bahwa setiap prestasi selalu diawali dengan disiplin, pengorbanan, doa, dan keberanian untuk bermimpi besar.

Perjalanan menuju Purwakarta mungkin hanya berlangsung sekitar tiga jam. Namun perjalanan menuju prestasi sesungguhnya akan terus berlanjut, mengiringi langkah para generasi muda MTsN Kota Sukabumi untuk terus belajar, berkompetisi, dan mengharumkan nama madrasah, Kota Sukabumi, serta Jawa Barat di masa depan.

Perlu untuk diketahui, pada ajang MOSAIC 3 Tahun 2026 tingkat Kabupaten/Kota, siswa MTsN Kota Sukabumi berhasil mencatatkan prestasi di berbagai bidang.

Di bidang Matematika, Shafa Mumtaz Hidayat meraih Juara II, sedangkan M. Yusuf Rasya berhasil meraih Juara III.

Pada cabang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), M. Faiq Abdillah sukses meraih Juara I, disusul M. Ghaaziy Yafi sebagai Juara II, Teguh Helmi P.sebagai Juara III, serta Nada Fajria S. yang lolos sebagai peserta keterwakilan menuju tingkat Provinsi Jawa Barat.

Sementara itu, pada cabang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Nindiya Rahayu S. berhasil menjadi Juara I, M. Azka Fakhri A. meraih Juara II, Fahira Syahrani A. menjadi Juara III, dan M. Rayhan Wahab lolos sebagai peserta keterwakilan.

Prestasi tersebut menjadi modal berharga bagi para siswa MTsN Kota Sukabumi untuk bersaing di ajang MOSAIC 3 tingkat Provinsi Jawa Barat di Purwakarta. (sya)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *