Dua SDN di Kecamatan Gunungpuyuh Raih BOS Kinerja 2026, Bukti Kolaborasi Tingkatkan Mutu Pendidikan

SUKABUMITIMES.com – Dua sekolah dasar di Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, yakni SDN Sriwidari 1 dan SDN Babakan Karamat, berhasil meraih Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja Tahun 2026. Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya mutu pendidikan sekaligus hasil kolaborasi seluruh warga sekolah dalam memperbaiki kualitas pembelajaran.

Kepala SDN Sriwidari 1 Kota Sukabumi Sandi Kustan, yang juga menjabat Ketua PC PGRI Kecamatan Gunungpuyuh, mengatakan penghargaan BOS Kinerja yang kembali diterima sekolahnya merupakan hasil dari peningkatan rapor mutu pendidikan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Menurut Sandi, penilaian BOS Kinerja tidak hanya didasarkan pada satu aspek, melainkan melalui rapor mutu sekolah yang mencakup berbagai indikator, termasuk hasil Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), kemampuan literasi dan numerasi, serta potret keseluruhan penyelenggaraan pendidikan di sekolah.

“Rapor mutu sekolah dinilai secara menyeluruh. Karena itu tidak boleh ada indikator yang berada pada kategori merah maupun kuning. Jika masih ada, sekolah harus terus melakukan perbaikan melalui berbagai program peningkatan mutu,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (13/7/2026).

Sandi menjelaskan, SDN Sriwidari 1 telah tiga tahun berturut-turut memperoleh BOS Kinerja. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari komitmen seluruh warga sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan tata kelola pendidikan.

Ia menambahkan, peningkatan nilai Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar), Tes Kemampuan Akademik (TKA), literasi, dan numerasi menjadi faktor penting yang berpengaruh terhadap peningkatan rapor mutu sekolah.

“Yang dinilai bukan hanya kemampuan siswa atau kinerja guru, tetapi potret sekolah secara keseluruhan. Ini merupakan hasil kolaborasi kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, hingga komite sekolah,” katanya.

Sandi juga menegaskan bahwa penetapan penerima BOS Kinerja dilakukan langsung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berdasarkan hasil rapor pendidikan, sedangkan pemerintah daerah hanya menerima informasi mengenai sekolah yang dinyatakan memenuhi kriteria.

Sementara itu, Kepala SDN Babakan Karamat Kota Sukabumi Erni Sumarni mengaku bersyukur sekolah yang dipimpinnya berhasil memperoleh BOS Kinerja pada tahun ini.

Ia mengaku awalnya tidak menyangka sekolah tersebut masuk dalam daftar penerima.

Setelah dilakukan evaluasi terhadap rapor pendidikan, kata Erni, terjadi peningkatan yang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya, terutama pada aspek literasi dan numerasi yang telah berada pada klasifikasi menengah ke atas.

Erni yang mulai memimpin SDN Babakan Karamat sejak Februari 2026 mengatakan sekolahnya masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya penurunan jumlah peserta didik akibat menurunnya kepercayaan masyarakat.

Untuk mengembalikan kepercayaan tersebut, pihak sekolah melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat melalui sosialisasi ke taman kanak-kanak di sekitar sekolah serta menjalin komunikasi dengan warga.

“Kami ingin membangun kembali kepercayaan masyarakat. Karena itu kami turun langsung melakukan sosialisasi dan memperkenalkan berbagai program sekolah,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan, SDN Babakan Karamat juga masih mengalami kekurangan guru kelas dan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) akibat memasuki masa purnabakti.

Meski demikian, Erni memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan dengan baik berkat semangat dan kerja sama seluruh tenaga pendidik.

Ia berharap penghargaan BOS Kinerja menjadi motivasi bagi seluruh guru untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sehingga kepercayaan masyarakat terhadap sekolah semakin tumbuh.

Keberhasilan SDN Sriwidari 1 dan SDN Babakan Karamat meraih BOS Kinerja 2026 menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak hanya bergantung pada capaian akademik semata, melainkan juga konsistensi dalam membangun budaya sekolah yang berkualitas, tata kelola yang baik, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Gaya tersebut menjadi fondasi penting dalam menghadirkan layanan pendidikan yang semakin bermutu di Kota Sukabumi. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *