SUKABUMITIMES.com – Suasana Ratu Raos Resto and Cafe, Jalan Jenderal Sudirman, Palabuhanratu, Jumat (26/6/2026), dipenuhi semangat kompetisi.
Sebanyak 28 tim terbaik game Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) saling adu strategi dalam Turnamen Esports Kapolres Cup 2026 yang digelar Polres Sukabumi sebagai ajang pencarian atlet muda berbakat menuju tingkat nasional.
Turnamen yang diikuti sekitar 168 peserta ini menjadi bagian dari rangkaian Kapolri Cup 2026, sekaligus momentum Polri dalam merangkul generasi muda melalui dunia olahraga elektronik (esports) yang kini semakin berkembang di Indonesia.
Kapolres Sukabumi, AKBP Dr. Samian, mengatakan turnamen tersebut merupakan tahapan awal untuk menjaring atlet-atlet esports terbaik di tingkat Polres sebelum melaju ke tingkat Polda Jawa Barat hingga nasional.
“Turnamen ini merupakan bagian dari Kapolri Cup 2026. Setelah seleksi di tingkat Polres, para juara akan bertanding di tingkat Polda, kemudian berpeluang melaju ke tingkat nasional,” ujar Samian.
Menurutnya, tingginya minat generasi muda terhadap esports harus mendapat ruang yang positif. Sebab, esports kini telah diakui sebagai salah satu cabang olahraga yang memiliki peluang besar mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
“Polri ingin hadir memberikan wadah bagi anak-anak muda yang memiliki bakat di bidang esports. Kami berharap dari kegiatan ini lahir talenta-talenta baru yang nantinya mampu menjadi atlet berprestasi,” katanya.
Kapolres Samian menjelaskan, peserta yang mengikuti turnamen dibatasi pada rentang usia 16 hingga 22 tahun. Dari proses pendaftaran, sebanyak 28 tim dengan masing-masing lima pemain dinyatakan lolos dan berhak bertanding.
Selain menjadi ajang kompetisi, lanjut Kapolres Samian, legiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana membangun komunikasi antara Polri dan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kami ingin hobi mereka tersalurkan ke arah yang positif. Jika hobi ini difasilitasi dengan baik, tentu akan memberikan manfaat, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar tetap menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung.
“Esports bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi bagaimana menjunjung sportivitas. Saya melihat seluruh pertandingan berlangsung tertib, para peserta bermain dengan penuh semangat, dan para pendukung juga memberikan dukungan secara positif,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, M. Rizal Jalaludin, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap turnamen tersebut sangat tinggi. Tercatat sekitar 80 tim sempat mendaftarkan diri, namun hanya 28 tim yang berhasil lolos proses validasi sesuai regulasi dari Polda Jawa Barat.
“Minat masyarakat sebenarnya sangat besar. Namun karena ada persyaratan administrasi dan ketentuan dari Polda, hanya 28 tim yang dinyatakan tervalidasi untuk mengikuti pertandingan,” ungkapnya.
Rizal menambahkan, seluruh peserta mengikuti turnamen tanpa dipungut biaya alias gratis. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi awal lahirnya atlet-atlet esports asal Kabupaten Sukabumi yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.
Menurutnya, para juara nantinya akan mewakili Polres Sukabumi pada seleksi tingkat Polda Jawa Barat. Bahkan, peluang menuju tingkat nasional terbuka lebar karena turnamen berada di bawah naungan organisasi esports resmi.
“Kami berharap Dispora juga dapat ikut mewadahi teman-teman yang memiliki hobi esports. Setelah difasilitasi Polres Sukabumi, semoga ada pembinaan berkelanjutan sehingga mereka bisa berkembang menjadi atlet profesional dan membawa nama Sukabumi hingga tingkat nasional,” pungkasnya. (stm)




























