SUKABUMITIMES.com – Menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada musim mudik dan libur Lebaran, Polres Sukabumi menyatakan kesiapan penuh untuk mengawal arus lalu lintas dan keamanan wilayah.
Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 750 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah dikerahkan untuk memastikan pemudik serta wisatawan merasa nyaman.
Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian mengatakan, ratusan personel tersebut merupakan gabungan dari Polres Sukabumi, TNI, serta unsur Pemerintah Daerah yang ditempatkan di sejumlah titik strategis.
“Untuk pengamanan libur Lebaran, kami menyiagakan seluruh personel secara maksimal. Kurang lebih ada 750 personel gabungan yang disebar di berbagai pos pengamanan,” ujar Samian kepada wartawan.
Menurutnya, personel tersebut ditempatkan di pos terpadu, pos pengamanan, serta pos pelayanan, termasuk di sejumlah simpang jalan yang rawan kepadatan kendaraan.
“Selain di pos, personel juga kita tempatkan di titik simpang jalan untuk melakukan pengaturan lalu lintas agar mobilitas masyarakat tetap lancar,” jelasnya.
Pada masa H- Lebaran, kepolisian memprediksi kepadatan kendaraan akan lebih banyak terjadi di wilayah jalur utara Sukabumi. Hal ini disebabkan tingginya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun aktivitas menjelang hari raya. Sejumlah titik yang menjadi perhatian utama antara lain Cicurug, Parungkuda, Cibadak, Nagrak, Caringin, hingga Warungkiara menuju Palabuhanratu.
Sementara itu, untuk mengurai kepadatan, Kapolres Samian mengatakan, pihak kepolisian juga akan memaksimalkan operasional Tol Fungsional Bocimi Seksi 3A.
“Tol fungsional ini kita optimalkan untuk membantu mengurai kemacetan. Kendaraan dari Parungkuda bisa terpecah menuju tol dan keluar di Karangtengah,” ungkapnya.
Kapolres Samian menjelaskan, kendaraan yang masuk tol fungsional nantinya diarahkan langsung menuju Cisaat atau Sukabumi Kota. Hal ini dilakukan untuk mencegah kendaraan kembali ke jalur padat di wilayah Cibadak.
Sementara itu, kata Kapolres Samian kendaraan yang hendak menuju Cibadak, Warungkiara, Palabuhanratu dan sekitarnya, akan diarahkan keluar melalui Gerbang Tol Parungkuda. Pengendara kemudian dapat memilih jalur Cikidang atau Warungkiara menuju kawasan wisata Palabuhanratu.
“Jika terjadi kepadatan, kita akan berlakukan rekayasa lalu lintas one way. Jalur Warungkiara menuju Palabuhanratu, sedangkan jalur Cikidang untuk kendaraan yang meninggalkan kawasan Palabuhanratu,” terangnya.
Kepadatan juga diprediksi terjadi di kawasan exit Pondokaso, yang dikenal memiliki titik penyempitan jalan atau bottleneck. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polres Sukabumi bersama pemerintah daerah dan pengelola tol telah melakukan survei serta perbaikan kondisi jalan, termasuk penambalan lubang dan penataan jalur.
“Kami juga menempatkan personel di titik bottleneck. Memang dari dua lajur menjadi satu berpotensi menimbulkan sumbatan, tetapi akan kita atur agar arus kendaraan tetap bergerak,” kata Samian.
Berbeda dengan arus mudik, pada H+ Lebaran kepolisian memprediksi lonjakan kendaraan justru terjadi di kawasan wisata, terutama di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Beberapa destinasi yang diprediksi dipadati wisatawan antara lain Ujung Genteng, Cisolok, Karanghawu, dan Citepus.
“Biasanya setelah silaturahmi dengan keluarga, masyarakat melanjutkan liburan ke tempat wisata. Maka pengamanan kita fokuskan di kawasan pantai,” ujarnya.
“Jika terjadi lonjakan kendaraan, polisi akan menerapkan rekayasa lalu lintas satu arah menuju kawasan pantai, lalu pada sore hari diberlakukan one way keluar dari area wisata menuju kota,” imbuhnya.
Untuk membantu masyarakat memantau kondisi lalu lintas, lanjut Kapolres Samian, personel Polres Sukabumi juga akan memberikan pembaruan informasi secara berkala melalui berbagai saluran komunikasi. Masyarakat dapat melaporkan kejadian atau meminta informasi melalui Call Center Polri 110, serta melalui berbagai platform media sosial resmi kepolisian.
“Kami akan terus meng-update kondisi arus lalu lintas serta langkah-langkah yang diambil agar masyarakat mengetahui situasi sebelum melakukan perjalanan ke Sukabumi,” katanya.
Selain pengaturan lalu lintas, kepolisian juga menaruh perhatian terhadap potensi premanisme di kawasan wisata yang kerap muncul saat musim libur panjang. Melalui rapat koordinasi lintas sektoral dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, kepolisian telah berbagi peran dengan berbagai instansi seperti Satpol PP dan Dinas Pariwisata untuk memastikan kawasan wisata tetap aman dan nyaman bagi pengunjung.
“Kami ingin memastikan wisatawan merasa aman. Bahkan pemerintah daerah juga sudah mengeluarkan surat edaran agar tempat wisata air yang belum memiliki izin tidak beroperasi demi keselamatan pengunjung,” tegas Samian.
“Dengan langkah ini, diharapkan perayaan Idulfitri dan libur Lebaran di Kabupaten Sukabumi dapat berlangsung aman, lancar, dan kondusif, baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang datang berlibur,” tandasnya. (stm)


























