SUKABUMITIMES.com – Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus dilakukan Pemerintah Kota Sukabumi. Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah optimalisasi pemanfaatan aset milik daerah melalui skema kerja sama dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) maupun masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi, Yadi M. Erlangga, Rabu (24/6/2026), mengatakan pihaknya sedang merancang pemanfaatan sejumlah aset yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Langkah tersebut ditempuh di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah.
“Kami berupaya memanfaatkan aset yang ada agar tidak menjadi beban APBD. Beberapa aset direncanakan untuk dikerjasamakan atau disewakan kepada masyarakat maupun pelaku UMKM sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menambah PAD,” ujar Yadi di ruang kerjanya.
Menurut dia, pemanfaatan aset tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik, aset daerah diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan jika dibiarkan tidak produktif.
Salah satu aset yang direncanakan untuk dikerjasamakan adalah kolam perikanan milik pemerintah daerah. Namun sebelum kerja sama dilakukan, aset tersebut akan melalui proses penilaian atau appraisal oleh lembaga yang berwenang melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).
“Hasil appraisal nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan nilai kerja sama dan mekanisme pemanfaatan aset tersebut. Saat ini proses pengusulannya masih berjalan,” kata Yadi.
Selain menyiapkan optimalisasi aset, DKP3 juga terus menjalankan program pendampingan bagi sektor pertanian. Menghadapi potensi musim El Nino yang diperkirakan berdampak pada ketersediaan air, DKP3 telah menyalurkan bantuan sebanyak 49 unit pompa air kepada kelompok tani di berbagai wilayah Kota Sukabumi.
Bantuan tersebut diharapkan mampu menjaga produktivitas lahan pertanian di tengah ancaman kekeringan. Di samping itu, pemerintah juga telah mendistribusikan bantuan benih padi dan melakukan pendampingan kepada petani agar proses budidaya dapat berjalan optimal.
“Pompa air dan bantuan benih padi diharapkan dapat membantu petani mempertahankan hasil produksi meskipun menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu,” ujarnya.
Pada sektor perikanan, DKP3 juga terus mengembangkan kegiatan pembenihan dan pembesaran ikan. Program tersebut dinilai memiliki potensi untuk mendukung peningkatan PAD sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Meski menghadapi keterbatasan sumber daya, kegiatan pembenihan tetap dijalankan untuk memenuhi kebutuhan benih ikan. Sementara itu, program pembesaran ikan dilakukan mulai dari tahap benih hingga siap konsumsi sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Menurut Yadi, sektor perikanan menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian khusus karena sejalan dengan target pemerintah daerah dalam meningkatkan pendapatan daerah dari sektor riil.
Saat ini DKP3 memiliki sejumlah target pendapatan yang harus dicapai, antara lain dari penjualan hasil perikanan, pelayanan Rumah Potong Hewan (RPH), perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B), serta berbagai layanan lainnya yang menjadi sumber pendapatan daerah.
Melalui optimalisasi aset dan penguatan sektor pertanian serta perikanan, Pemerintah Kota Sukabumi berharap kontribusi DKP3 terhadap PAD dapat terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya memaksimalkan potensi daerah tanpa menambah beban anggaran pemerintah. (rus)































