47 Siswa SMPIT Hayatan Thayyibah Sukabumi Tembus Sekolah Maung, Kepala Sekolah: Hasil Kerja Keras, Doa dan Dukungan Orang Tua

SUKABUMITIMES.com – Sebanyak 47 siswa Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Hayatan Thayyibah (Hatoy) Kota Sukabumi berhasil diterima di sekolah-sekolah unggulan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.

Dari jumlah tersebut, 46 siswa diterima di SMAN 2 Kota Sukabumi yang dikenal sebagai Sekolah Maung, sementara satu siswa lainnya berhasil lolos ke SMKN 1 Cimahi atau yang juga dikenal sebagai SMK Maung.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SMPIT (Hatoy). Keberhasilan puluhan siswa menembus sekolah-sekolah favorit itu dinilai sebagai buah dari proses pendidikan yang berlangsung secara konsisten, mulai dari pembelajaran akademik, pembinaan karakter, hingga pendampingan spiritual yang dilakukan selama mereka menempuh pendidikan di bangku sekolah menengah pertama.

Kepala SMPIT Hayatan Thayyibah, Sutrisno, mengaku bersyukur atas hasil yang diraih para peserta didiknya. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak datang secara instan, melainkan melalui perjuangan panjang yang melibatkan banyak pihak.

“Alhamdulillah, dengan penuh rasa syukur kami mengucapkan selamat kepada siswa-siswi SMPIT Hayatan Thayyibah yang telah berhasil melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” ujar Sutrisno kepada sukabumitimes.com pada Selasa (9/6/2026) malam

Ia menjelaskan, diterimanya 46 siswa di SMAN 2 Kota Sukabumi dan satu siswa di SMKN 1 Cimahi menunjukkan bahwa para siswa mampu bersaing dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan sekolah tujuan.

Menurut Sutrisno, hasil tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus meningkatkan kemampuan dan tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita.

“Di balik setiap pengumuman yang diterima, ada proses panjang yang telah dilalui. Ada usaha yang terus dijaga, doa yang tak pernah putus dipanjatkan, serta dukungan dari orang tua dan guru yang senantiasa membersamai setiap langkah,” katanya.

Ia menuturkan, selama menempuh pendidikan di SMPIT Hayatan Thayyibah, para siswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi penting dalam kehidupan mereka di masa depan.

Karena itu, keberhasilan yang diraih saat ini bukan hanya menjadi kebanggaan siswa secara pribadi, melainkan juga kebanggaan keluarga, guru, dan sekolah yang selama ini ikut berperan dalam mendampingi proses tumbuh kembang mereka.

“Selamat atas pencapaian yang diraih. Semoga menjadi awal yang baik untuk melanjutkan perjalanan menuntut ilmu, membuka lebih banyak kesempatan, dan meraih cita-cita yang diimpikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sutrisno berharap para lulusan SMPIT Hayatan Thayyibah mampu menjaga semangat belajar ketika memasuki lingkungan pendidikan yang baru. Menurutnya, tantangan di tingkat SMA maupun SMK akan semakin besar sehingga diperlukan kesiapan mental, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus berkembang.

“Keberhasilan diterima di sekolah tujuan bukanlah akhir dari perjuangan, tetapi awal dari perjalanan yang lebih panjang. Karena itu kami berharap anak-anak tetap rendah hati, terus belajar, dan menjaga nilai-nilai yang selama ini telah ditanamkan di sekolah,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa prestasi akademik harus berjalan seiring dengan akhlak dan karakter yang baik. Sebab, generasi muda tidak hanya dituntut memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kemampuan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Teruslah belajar, bertumbuh, dan menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, serta membawa manfaat bagi sesama,” tegas Sutrisno.

SMPIT Hayatan Thayyibah sendiri merupakan salah satu sekolah Islam terpadu yang cukup dikenal di Kota Sukabumi. Berlokasi di Jalan Karamat Nomor 123, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, sekolah ini mengintegrasikan kurikulum nasional dengan pendidikan kepesantrenan dalam proses pembelajarannya.

Melalui konsep tersebut, sekolah berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami, kemandirian, serta kemampuan kepemimpinan yang kuat.

Lingkungan sekolah yang asri dan kondusif juga menjadi salah satu faktor pendukung dalam proses belajar mengajar. Berbagai program pengembangan bakat, minat, dan pembinaan karakter terus dilakukan agar siswa dapat berkembang secara optimal sesuai potensi masing-masing.

Keberhasilan puluhan siswa menembus Sekolah Maung pada tahun ini semakin memperkuat rekam jejak SMPIT Hayatan Thayyibah dalam mencetak lulusan yang mampu bersaing di jenjang pendidikan berikutnya.

Capaian tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa perpaduan pendidikan akademik dan pembinaan karakter yang diterapkan sekolah mampu menghasilkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Sutrisno menegaskan, pihak sekolah akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan serta memberikan pendampingan terbaik bagi seluruh peserta didik.

“Di SMPIT Hayatan Thayyibah, kami tidak hanya sekadar menjadi tempat belajar. Kami berupaya menjadi wadah tempat bakat ditempa, ilmu dipupuk, dan mimpi-mimpi dikejar. Setiap hari adalah kesempatan bagi siswa untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *