SUKABUMITIMES.com – Sosok pendiri dan pengelola Hanania Travel menjadi sorotan publik setelah perusahaan perjalanan umrah tersebut diduga terlibat kasus penipuan yang menyebabkan ribuan calon jemaah gagal berangkat ke Tanah Suci.
Kasus ini bahkan telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya setelah ratusan calon jemaah mengaku mengalami kerugian akibat keberangkatan yang tak kunjung terealisasi meski pembayaran telah dilakukan. Nilai kerugian yang dilaporkan disebut-sebut mencapai sekitar Rp60 miliar.
Diketahui, Hanania Travel didirikan dan dikelola oleh pasangan suami istri Ahmad Syah Farhan Rachman dan Fitriatun Nisa Bahri atau yang dikenal sebagai Nisa Bahri. Ahmad Syah Farhan menjabat sebagai Direktur Utama (CEO), sementara Nisa Bahri menjabat sebagai Komisaris Utama perusahaan.
Keduanya mengembangkan jaringan pemasaran melalui sistem kemitraan yang dikenal dengan nama Teras Hanania atau Owner Teras, yang memungkinkan masyarakat dari berbagai daerah menjual paket umrah tanpa harus memiliki kantor travel sendiri.
Kasus tersebut mencuat setelah banyak calon jemaah mengaku telah melunasi biaya perjalanan umrah, namun keberangkatan mereka terus mengalami penundaan tanpa kepastian. Sejumlah korban kemudian melaporkan pihak perusahaan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan dan penggelapan.
Di tengah mencuatnya kasus tersebut, nama Nisa Bahri juga dikaitkan dengan bisnis fesyen Jims Honey. Nisa diketahui merupakan salah satu reseller produk Jims Honey yang beroperasi di Kota Sukabumi.
Menanggapi berbagai informasi yang beredar di masyarakat, manajemen Jims Honey mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa Nisa Bahri hanya berstatus sebagai reseller produk dan bukan pemilik maupun pengelola perusahaan.
Dalam surat pernyataan resminya yang di upload di Instagramnya jimshoney.kotasukabumi, manajemen menyebut bahwa Fitriatun Nisa Bahri tercatat sebagai salah satu reseller produk Jims Honey cabang Kota Sukabumi.
“Benar, namun demikian, yang bersangkutan bukan merupakan pemilik perusahaan, pemegang saham, maupun memiliki keterkaitan kepemilikan dan pengelolaan perusahaan Jims Honey,” ujar Manajemen Jims Honey.
Manajemen juga mengungkapkan bahwa sejak 28 Mei 2026, pihaknya telah mengambil langkah tegas dengan mencabut izin reseller atas nama Fitriatun Nisa Bahri.
*Sehubungan dengan isu yang terjadi pada Hanania Group, dimana saudari Fitriatun Nisa Bahri diketahui sebagai pengelolanya, maka terhitung sejak 28 Mei 2026, Jims Honey telah mengambil langkah tegas dengan mencabut izin reseller atas nama Fitriatun Nisa Bahri,” tulis manajemen dalam keterangannya.
Selain itu, Jims Honey menegaskan seluruh aktivitas penjualan yang sebelumnya berada di bawah reseller tersebut kini berada langsung di bawah pengawasan manajemen pusat perusahaan.
Pihak Jims Honey juga menyampaikan keprihatinan atas persoalan yang menimpa Hanania Group dan berharap seluruh pihak terkait dapat menyelesaikan masalah tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sementara itu, Polda Metro Jaya membenarkan telah menerima laporan dugaan penipuan perjalanan umrah yang melibatkan Hanania Travel dan saat ini kasus tersebut masih dalam proses penanganan penyidik. (sya)































