SUKABUMITIMES.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menggelar Salat Iduladha 1447 Hijriah secara terpusat di Lapang Merdeka (Lapdek) BNN pada Rabu (27/5/2026).
Ribuan umat Islam memadati kawasan Lapdek dan mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk hingga selesai.
Berdasarkan data panitia, jumlah hewan kurban yang disembelih di tujuh kecamatan se-Kota Sukabumi mencapai 2.324 ekor, terdiri dari 776 ekor sapi, 1.251 ekor domba, dan 297 ekor kambing.
Bertindak sebagai imam Salat Iduladha yakni pengasuh Pondok Pesantren Al Yaqub Rawasalak, KH Amir Ruslan, sedangkan khatib disampaikan Ketua DPD Muhammadiyah Kota Sukabumi, Ade Rahmatullah.
Dalam khutbahnya, Ade Rahmatullah menegaskan bahwa Iduladha bukan hanya ritual tahunan penyembelihan hewan kurban, tetapi juga simbol kepatuhan total dan keikhlasan kepada Allah SWT sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim Alaihissalam (As).
“Bukan hanya sekadar ritual menyembelih hewan kurban setiap tahun. Lebih dari itu, hari raya ini adalah simbol kepatuhan total dan keikhlasan sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim As. Beliau menunjukkan bahwa cinta kepada Khalik harus melampaui batas segalanya,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia menjelaskan, kisah Nabi Ibrahim As diabadikan dalam Al-Qur’an sebagai suri teladan utama dalam membentuk karakter manusia agar menjadi pribadi muslim sejati.
“Kisah Nabi Ibrahim As, Allah abadikan dalam Al-Quran sebagai suri teladan utama. Di antara suri teladan utama Nabi Ibrahim As adalah membangun dan membentuk karakter manusia sehingga menjadi pribadi muslim sejati untuk terwujudnya masyarakat Islam yang utama,” katanya.
Menurutnya, salah satu keteladanan Nabi Ibrahim adalah ketaatan mutlak kepada Allah SWT tanpa keraguan sedikit pun.
“Ibrahim mengajarkan ketaatan mutlak kepada Allah SWT tanpa ragu. Nabi Ibrahim menempatkan perintah Allah di atas segalanya. Sikap ini membentuk karakter disiplin, teguh pendirian, dan tidak mudah goyah oleh godaan, baik godaan setan maupun duniawi,” ungkapnya.
Ade juga menyoroti keberanian Nabi Ibrahim dalam menegakkan kebenaran meski harus menghadapi tekanan dari lingkungan dan penguasa zalim.
“Sejak muda, Nabi Ibrahim Alaihissalam berani dan kritis menegakkan kebenaran meski harus menentang tradisi keluarga, masyarakat, dan penguasa zalim. Hal ini membentuk karakter pemberani dan kritis terhadap kebatilan,” katanya.
Momentum Iduladha, lanjut dia, harus menjadi sarana memperkuat kesalehan sosial dan semangat menebarkan kebaikan bersama di tengah masyarakat.
Sementara itu, data penyembelihan hewan kurban di tujuh kecamatan menunjukkan Kecamatan Cikole menjadi wilayah dengan jumlah sapi terbanyak mencapai 214 ekor. Disusul Citamiang sebanyak 151 ekor dan Gunungpuyuh 126 ekor.
Berikut rincian data hewan kurban di tujuh kecamatan di Kota Sukabumi:
- Gunungpuyuh: 126 sapi, 115 domba, 248 kambing
- Warudoyong: 77 sapi, 153 domba, 48 kambing
- Cikole: 214 sapi, 215 domba
- Cibeureum: 88 sapi, 318 domba
- Lembursitu: 80 sapi, 160 domba
- Baros: 40 sapi, 100 domba
- Citamiang: 151 sapi, 290 domba, 1 kambing. (sya)






























