Catat Tanggal Daftar: Sekolah Maung Hanya Buka Jalur Prestasi, Tampung 21 Ribu Siswa Baru di Jabar

SUKABUMITIMES.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk program Sekolah Manusia Unggul (Maung). Berbeda dengan sekolah reguler, Sekolah Maung dipastikan hanya menerima peserta didik melalui jalur prestasi tanpa menerapkan sistem zonasi.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, Purwanto menegaskan, program Sekolah Maung disiapkan sebagai sekolah unggulan yang fokus menjaring siswa berprestasi dari berbagai daerah di Jawa Barat.

“Sekolah Maung itu hanya menerima murid melalui jalur prestasi dan tidak menggunakan sistem zonasi. Total daya tampungnya mencapai 21 ribu siswa,” ujar Purwanto, Senin (18/5/2026).

Ia menjelaskan, proses pendaftaran SPMB Sekolah Maung akan dibuka pada 25 hingga 29 Mei 2026 mendatang. Sosialisasi resmi terkait pelaksanaan penerimaan siswa baru tersebut mulai dilakukan pada 18 Mei 2026.

“Tanggal 18 ini kami memulai dibukanya sosialisasi secara resmi tentang SPMB yang dilaksanakan di Provinsi Jawa Barat. Kemudian nanti tanggal 25 sampai 29 Mei kami membuka SPMB Sekolah Maung,” katanya.

Menurut Purwanto, terdapat 41 sekolah negeri yang masuk dalam program Sekolah Maung. Jumlah tersebut terdiri atas 28 SMA Negeri dan 13 SMK Negeri yang tersebar di sejumlah wilayah Jawa Barat.

“Sekolah yang telah ditetapkan oleh Pak Gubernur sebanyak 28 SMA Negeri di Jawa Barat, kemudian ada 13 SMK Negeri di Jawa Barat,” ungkapnya.

Purwanto kembali menegaskan, kebijakan zonasi tidak diberlakukan dalam proses seleksi Sekolah Maung. Seluruh peserta akan bersaing berdasarkan capaian dan prestasi yang dimiliki.

“Ini nanti tidak menggunakan lagi sistem zonasi. Sekolah Maung ini adalah sekolah yang hanya menggunakan jalur prestasi, baik itu prestasi akademik maupun non akademik,” tegasnya.

Ia mengatakan, untuk jalur akademik, calon siswa akan dinilai berdasarkan kemampuan akademik, potensi akademik, hingga kategori cerdas bakat istimewa.

“Untuk akademik bisa menggunakan jalur potensi akademik, kemampuan akademik, dan cerdas bakat istimewa,” jelas Purwanto.

Sementara itu, pada jalur non-akademik, siswa dapat mendaftar menggunakan berbagai sertifikat kejuaraan maupun penghargaan yang pernah diraih.

“Yang non akademiknya bisa menggunakan sertifikat-sertifikat kejuaraan baik dalam bidang seni, olahraga, keagamaan maupun kepemimpinan,” lanjutnya.

Disdik Jabar berharap masyarakat dapat memahami pola penerimaan baru tersebut karena Sekolah Maung diproyeksikan menjadi pusat pendidikan unggulan berbasis prestasi di Jawa Barat.

“Mudah-mudahan ini nanti bisa disosialisasikan semuanya ke masyarakat kita. Ada 41 totalnya, SMA dan SMK,” pungkasnya. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Program nya bagus tapi kalo msh ada sistem zonasi sebenar nya mempersulit untuk masuk ke sekolah yang d ingin kan alangkah baik nya sistem zonasi d tiadakan mohon maaf ini sekedar madukan