MABQ Fast 2026 Sukses, Win Kuntari: Diluar Ekspektasi Kami, Mahasiswa mampu Gaet 40 UMKM dalam Tiga Minggu 

SUKABUMITIMES.com – Rasa bangga disampaikan dosen mata kuliah Komunikasi dan Negosiasi Bisnis sekaligus pembimbing kegiatan, Win Kuntari atas keberhasilan mahasiswa Program Studi Manajemen Agribisnis Sekolah Vokasi IPB University Kampus Sukabumi menggelar bazar dan seminar UMKM bertajuk MABQ Fast 2026 pada Minggu (17/5/2026).

Hal tersebut disampaikannya kepada sukabumitimes.com yang mewawancarainya disela-sela kegiatan di IPB university Kampus Sukabumi pada Minggu (17/5/2026)

Kegiatan yang menjadi bagian dari luaran mata kuliah tersebut dinilai berhasil melampaui ekspektasi, terutama karena mahasiswa mampu menghadirkan 40 pelaku UMKM hanya dalam waktu persiapan sekitar tiga minggu.

“Anak-anak sudah melakukan apa yang memang diminta oleh kami. Karena ini adalah output mata kuliah sebetulnya. Jadi seluruh proses dari mulai awal bagaimana mereka mempersiapkan sampai kemudian akhirnya jadi expo itu dalam kuliah juga sudah disampaikan,”ujar Win Kuntari.

Ia mengaku tidak menyangka mahasiswa mampu bekerja maksimal dalam waktu yang cukup singkat.

“Ini sudah dapat outputnya seperti ini di luar ekspektasi juga ya, mereka bisa mengumpulkan 40 UMKM loh. Bukan hal yang mudah sebetulnya, tapi ini tantangan yang mereka hadapi kurang lebih waktu mereka tidak lama,”katanya.

Menurut Win, mahasiswa hanya memiliki waktu sekitar tiga minggu untuk mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan mulai dari konsep, koordinasi hingga pelaksanaan acara.

“3 minggu untuk persiapan, ternyata mereka bisa lebih dari apa yang kita inginkan sebetulnya yang mereka berikan itu,”ungkapnya.

Tak hanya soal jumlah peserta UMKM, kekompakan panitia yang terdiri dari sekitar 91 mahasiswa juga menjadi perhatian tersendiri. Ia menilai pembagian tugas yang jelas membuat seluruh proses berjalan lebih efektif.

“Kalau dari sisi kompak sih karena ini kebetulan kelasnya besar ya Pak ya. Besar sekali,” ujarnya.

“Betul, betul. Tapi mereka bisa juga ya membuat teman-temannya tahu apa yang harus mereka lakukan, jadi jobdesk-nya memang sudah masing-masing dan itu dikerjakan dengan baik oleh mereka,” sambungnya.

Ia menjelaskan, meski jumlah mahasiswa cukup banyak, koordinasi tidak terlalu sulit karena saat praktikum mahasiswa dibagi menjadi tiga kelompok kecil yang saling membantu satu sama lain.

“Nah sehingga dari tiga kelas kecil itulah yang kemudian mereka saling membantu. Jadi sebetulnya tidak terlalu sulit juga gitu karena mereka sudah tahu apa yang harus mereka lakukan,” jelasnya.

Setelah kegiatan selesai, pihak kampus berencana melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk meminta masukan dari para pelaku UMKM yang ikut dalam bazar tersebut.

“Kami kalau biasanya setelah mereka melakukan ini, kami ada evaluasi kegiatan semua. Dari mulai awal tadi pembukaan sampai nanti terakhir itu akan kami evaluasi semua,” kata Win.

Ia menyebut, sejumlah UMKM bahkan kembali mengikuti kegiatan serupa selama dua tahun berturut-turut. Hal itu dinilai menjadi tanda bahwa kegiatan yang dilakukan mahasiswa memberikan dampak positif.

“Ini juga ada yang sudah 2 tahun berturut-turut ikut. Jadi artinya kesannya juga tidak jelek gitu ya dengan anak-anak,” ujarnya.

Melalui MABQ Fast 2026, pihak kampus berharap produk-produk UMKM Sukabumi semakin dikenal masyarakat luas.

“Tujuannya adalah orang-orang lebih aware ya, tahu bahwa ternyata di Sukabumi itu ada loh UMKM-nya seperti ini. Hanya mungkin tidak terekspos dan tidak tahu tempatnya di mana,” tutur Win.

Ia juga berharap mahasiswa tetap membantu para pelaku UMKM, khususnya dalam promosi digital setelah kegiatan selesai.

“Kalau saya sih berharap mereka masih tetap bisa membantu UMKM ya, terutama dari sisi promosi. Karena mereka tidak terlalu aware dengan promosi digital terutama,” katanya.

“Iya, saya sih berharap masih tetap anak-anak mau membantu itu, baik formal maupun nonformal,”pungkasnya. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed