Syarat Ketua Kwarcab Harus Aktif 5 Tahun di Pramuka, Muscab Kwarcab Kota Sukabumi Berpotensi Aklamasi

SUKABUMITIMES.com – Ketua Kwarcab Demisioner Pramuka Kota Sukabumi, Raden Koesoema Hutaripto menegaskan bahwa salah satu syarat utama untuk menjadi Ketua Kwarcab Pramuka Kota Sukabumi adalah aktif di dunia kepramukaan selama lima tahun terakhir.

Hal itu disampaikannya saat pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Kwarcab Pramuka Kota Sukabumi yang digelar untuk menentukan kepengurusan periode 2026-2031.

“Dasar pencalonan itu ya minimal aktif di Kepramukaan 5 tahun terakhir seperti itu, dan insyaallah Bu Ranti sudah melampirkan surat keterangan keaktifan selama 5 tahun,” ujar Raden Koesoema Hutaripto kepada wartawan.

Ia menjelaskan, keaktifan tersebut bisa berasal dari berbagai tingkatan organisasi kepramukaan, mulai dari Kwarcab, Kwaran hingga Gugus Depan (Gudep).

“Jadi awalnya si calon ketua harus minimal aktif 5 tahun di Pramuka, baik itu di Kwarcab, Kwaran, ataupun di Gudep. Dan nanti pun dari ketua itu diajukan oleh tujuh Kwaran, yang berarti 7 kecamatan,” katanya.

Menurutnya, secara aturan rekomendasi minimal berasal dari dua Kwaran. Namun dalam proses Muscab kali ini, seluruh Kwaran di Kota Sukabumi memberikan dukungan kepada satu nama calon.

“Minimal sih rekomendasinya ada 2 Kwaran. Tapi ini semua Kwaran merekomendasikan Ranti Rachmatillah,” ungkapnya.

Dalam Muscab tersebut, nama yang diusulkan sebagai calon Ketua Kwarcab hanya satu orang, yakni Ranti Rachmatillah

“Untuk saat ini calon ketua yang dicalonkan oleh Kwaran hanya satu, yaitu Ranti Rachmatillah ya, Ibu Walikota kita ya. Dan sejauh ini hanya itu, kemungkinan besar kalau hanya satu mungkin aklamasi,” ucapnya.

Raden Koesoema Hutaripto mengatakan Muscab kali ini tidak hanya membahas pemilihan Ketua Kwarcab, tetapi juga memilih Ketua Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Kwarcab serta menyusun program kerja lima tahun ke depan.

“Pada hari ini kita melaksanakan Muscab untuk periodesasi kepengurusan 2026-2031. Masa kepengurusan kami dari 2021 sampai 2026 sudah habis dan hari ini kita akan menentukan Ketua Kwarcab yang baru sampai dengan 2031 nanti,” jelasnya.

“Selain itu kita pun akan melaksanakan pemilihan juga Ketua LPK, Lembaga Pemeriksa Keuangan Kwarcab, serta kami pun akan membuat program kerja 5 tahun ke depan,” sambungnya.

Ia berharap Muscab dapat berjalan kondusif melalui sejumlah sidang pleno yang telah disiapkan panitia.

“Jadi Muscab ini sekalian tiga hal yang akan dibahas, pemilihan ketua baru, pemilihan ketua LPK, dan program kerja ke depan. Tentunya di sini kami melakukan pleno-pleno dan insyaallah berjalan secara kondusif,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menitipkan pesan kepada ketua terpilih agar Pramuka tetap menjadi organisasi pembinaan generasi muda yang netral dari kepentingan politik.

“Saya sebetulnya berpesan ya, agar Pramuka ini tetap menjadi suatu kawah candradimuka untuk generasi mendatang. Jangan sampai dimasukkan unsur-unsur yang tidak sesuai dengan pembinaan generasi muda,” tegasnya.

“Dan saya rasa secara politik Pramuka ini netral. Dan tentunya ke depannya Pramuka ini tetap menjadi organisasi yang netral dan terlepas dari kepentingan politik,” lanjutnya.

Selain itu, ia juga berharap adanya peningkatan anggaran kepramukaan untuk mendukung berbagai kegiatan serta perbaikan bumi perkemahan yang selama ini dinilai kurang terawat akibat keterbatasan dana.

“Anggaran kepramukaan sebelumnya itu sekitar 350-an,” ujarnya.

Ia mengaku idealnya anggaran Pramuka Kota Sukabumi bisa meningkat hingga Rp1 miliar agar seluruh program berjalan maksimal.

“Ya pengen naiknya kalau bisa 1 M. Karena bagaimanapun juga kalau Pramuka ini kan kegiatannya full. Ada di tingkat Kwarcab, ada tingkat Kwaran, ada tingkat gugus depan sekolah,” katanya.

Menurutnya, dukungan anggaran juga penting untuk mendukung pelaksanaan Jambore Nasional (Jamnas) agar peserta tidak lagi dibebankan biaya pribadi.

“Saya pun berpesan ke ketua baru jangan sampai Jamnas ini ke depannya dibebani lagi kepada peserta didik pramuka, jadi dibiayai full oleh Kwarcab,” ujarnya.

“Kalau dulu-dulu mungkin ada bayar sekian juta untuk Jamnas, pengennya sekarang full. Karena Jamnas ini kan istilahnya harkat martabat kota kita di mata nasional,” tambahnya.

Ia juga berharap ketua baru nantinya dapat memperhatikan kondisi bumi perkemahan yang dinilai mulai terbengkalai.

“Dan berikutnya selain anggaran tentunya kita ingin memperbaiki bumi perkemahan kita yang agak terbengkalai gitu kan selama ini karena minimnya anggaran. Jadi pengennya ketua ke depan bisa memfasilitasi perbaikan Buper,”pungkasnya. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed