SUKABUMITIMES.com — Penampilan perdana Grup Angklung Araha52 dibawah arahan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Sukabumi Iskandar Ifhan sukses mencuri perhatian dalam Karnaval Budaya dan Pembangunan pada puncak peringatan Hari Jadi ke-112 Kota Sukabumi yang dipusatkan di Plasa Balai Kota Jalan R. Syamsudin, SH pada Sabtu (18/4/2026).
Membawakan dua lagu legendaris, kelompok ini tampil kompak dan penuh harmoni meski baru pertama kali naik panggung.
Di hadapan masyarakat yang memadati kawasan Balai Kota Sukabumi, Araha52 membawakan lagu Purnama Merindu, serta lagu Sunda Panon Hideung.
Alunan angklung yang khas berpadu dengan kekompakan para pemain menciptakan suasana meriah sekaligus mengangkat nilai budaya lokal.
Grup ini beranggotakan 41 orang yang berasal dari berbagai bidang dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Dinas Perhubungan Kota Sukabumi.
Mereka diketahui hanya menjalani latihan selama dua pekan sebelum akhirnya tampil di hadapan publik.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Iskandar Ilham, menjelaskan bahwa nama “Araha52” diambil dari alamat kantor Dishub yang berada di Jalan Arif Rahman Hakim Nomor 52.
“Ini adalah penampilan pertama kami. Araha52 menjadi simbol kebersamaan dan semangat berkarya dari keluarga besar Dishub Kota Sukabumi,” ujar Iskandar saat ditemui di sela kegiatan.
Ia menambahkan, meski terbilang baru, grup ini memiliki rencana besar ke depan. Salah satunya adalah tampil di hadapan duta besar (dubes) dalam agenda yang tengah dipersiapkan.
“Kami ingin membawa angklung sebagai identitas budaya Sunda ke panggung yang lebih luas, bahkan hingga tingkat internasional,” tambahnya.
Karnaval budaya dan pembangunan sendiri merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-112 Kota Sukabumi yang mengusung tema kolaborasi dan pembangunan. Berbagai elemen masyarakat turut ambil bagian, menampilkan kreativitas serta potensi daerah.
Penampilan Araha52 menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas bidang mampu melahirkan karya seni yang membanggakan. Selain menghibur, kehadiran mereka juga menjadi bentuk pelestarian budaya tradisional di tengah arus modernisasi. (rus)






























