SUKABUMITIMES.com — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) tampil unik dalam gelaran karnaval Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Sukabumi dengan mengusung konsep “The Life Cycle of Civil Documents” atau siklus hidup dokumen kependudukan.
Melalui konsep ini, sebagaimana dijelaskan oleh Sekretaris Disdukcapil Kota Sukabumi Tantan Hadiansyah melalui aplikasi perpesanan WhatsApp pada Sabtu (18/04/26), pihaknya ingin mengedukasi masyarakat bahwa setiap fase kehidupan manusia selalu berkaitan dengan dokumen resmi negara.
Karnaval HUT ke-112 Kota Sukabumi sendiri berlangsung meriah yang dipusatkan di Plasa Balai Kota pada Sabtu 18 April 2026 dengan melibatkan puluhan perangkat daerah, instansi vertikal, pelajar, hingga komunitas masyarakat.
Ribuan warga tampak memadati sepanjang rute karnaval untuk menyaksikan berbagai penampilan kreatif, mulai dari seni budaya, atraksi teatrikal, hingga inovasi pelayanan publik yang dikemas secara menarik.
Dalam penampilannya, kontingen Disdukcapil menggambarkan perjalanan hidup manusia mulai dari kelahiran hingga kematian.
“Pada fase awal, ditampilkan sosok bayi sebagai simbol pentingnya akta kelahiran sebagai identitas pertama seseorang,” ujar Tantan.
Memasuki usia sekolah, ditampilkan anak-anak yang membawa Kartu Identitas Anak (KIA) serta remaja yang mulai beranjak dewasa dengan kepemilikan KTP elektronik (KTP-el).
“Hal ini menunjukkan pentingnya dokumen kependudukan sebagai syarat utama dalam mengakses layanan pendidikan dan administrasi lainnya,” ungkapnya.
Selanjutnya, pada fase kehidupan berkeluarga, Dukcapil menampilkan pasangan suami istri yang telah memiliki akta perkawinan serta keluarga yang dilengkapi dengan Kartu Keluarga (KK).
“Pesan yang ingin kami sampaikan adalah pentingnya legalitas dalam membangun keluarga yang diakui negara,” tuturnya.
Menariknya, pada bagian akhir ditampilkan simbol kematian yang menggambarkan pentingnya akta kematian sebagai dokumen penutup dalam siklus administrasi kependudukan seseorang. Semua itu di kemas secara kreatif, dan pesan yang disampaikan penuh dengan sarat makna dan edukatif.
Selain Disdukcapil, berbagai instansi lain juga menampilkan tema unggulan masing-masing. Ada yang mengusung pelestarian budaya lokal, edukasi lalu lintas, pelayanan kesehatan, hingga inovasi teknologi daerah. Penampilan musik, tarian tradisional, serta kostum-kostum unik semakin menambah semarak suasana karnaval.
Pemerintah Kota Sukabumi melalui kegiatan ini tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadikannya sebagai sarana edukasi dan promosi program pembangunan daerah.
Momentum HUT ke-112 ini diharapkan mampu memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Kota Sukabumi yang lebih maju dan sejahtera.
Pihaknya menegaskan bahwa seluruh layanan dokumen kependudukan diberikan secara gratis kepada masyarakat. Selain itu, kehadiran mereka dalam karnaval ini menjadi bentuk sosialisasi langsung agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya administrasi kependudukan.
“Mulai dari lahir hingga meninggal dunia, semua peristiwa penting harus tercatat secara resmi. Ini penting agar masyarakat bisa mendapatkan haknya dalam berbagai layanan publik,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Dukcapil berharap masyarakat semakin memahami bahwa kelengkapan dokumen kependudukan bukan sekadar administrasi, melainkan kebutuhan dasar yang berdampak langsung pada akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga bantuan sosial.
Karnaval ini pun menjadi momentum bagi Dukcapil untuk lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus menyampaikan pesan bahwa pengurusan dokumen kini semakin mudah, cepat, dan tanpa biaya. (rus)



























