SUKABUMITIMES.com – Memasuki awal pekan, Senin (13/4/2026), cuaca di wilayah Sukabumi dan sebagian besar Jawa Barat diprakirakan kurang bersahabat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan mendominasi, terutama pada siang hingga malam hari.
Prakirawan BMKG Jawa Barat menyampaikan bahwa kondisi atmosfer saat ini masih cukup labil dan mendukung pertumbuhan awan hujan. “Untuk hari Senin, 13 April 2026, wilayah Sukabumi berpotensi mengalami hujan sejak siang hingga malam hari dengan intensitas yang dapat meningkat menjadi lebat di beberapa titik,” ujar prakirawan BMKG Jabar.
Pada pagi hari, cuaca di Sukabumi diperkirakan relatif lebih tenang. “Pagi hari umumnya cerah berawan hingga berawan. Namun menjelang siang, pembentukan awan konvektif mulai meningkat yang berpotensi menimbulkan hujan,” jelasnya.
BMKG menegaskan bahwa hujan yang terjadi tidak hanya sekadar hujan biasa. “Kami mengingatkan bahwa hujan yang turun berpotensi disertai kilat atau petir dan angin kencang, terutama pada rentang waktu siang hingga sore hari,” katanya.
Untuk wilayah Jawa Barat secara umum, pola cuaca serupa juga terjadi. “Sebagian besar wilayah Jawa Barat berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, dan pada skala lokal bisa terjadi hujan lebat, khususnya di wilayah selatan dan barat seperti Sukabumi,” ungkapnya.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi bencana hidrometeorologi. “Masyarakat diimbau untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir, genangan air, serta tanah longsor di daerah dengan topografi curam,” tegas prakirawan.
Selain itu, angin kencang juga menjadi perhatian utama. “Saat terjadi hujan lebat, angin dapat bertiup cukup kencang yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang atau kerusakan ringan pada bangunan,” tambahnya.
Suhu udara di wilayah Sukabumi dan Jawa Barat pada hari ini diperkirakan berada di kisaran 20 hingga 31 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara antara 65 hingga 95 persen. “Kelembapan udara yang tinggi ini menjadi salah satu faktor utama yang mendukung terbentuknya awan hujan,” jelasnya.
BMKG juga memberikan imbauan bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. “Kami sarankan masyarakat untuk selalu membawa perlengkapan hujan dan menghindari aktivitas di tempat terbuka saat terjadi petir,” ujarnya.
Bagi para pengendara, kondisi cuaca ini juga perlu diantisipasi dengan baik. “Jalanan yang licin serta jarak pandang yang menurun saat hujan dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Harap lebih berhati-hati dan kurangi kecepatan,” katanya.
Di akhir keterangannya, BMKG menegaskan pentingnya mengikuti informasi resmi terkait cuaca. “Kami akan terus memperbarui informasi cuaca secara berkala. Masyarakat diharapkan mengakses informasi dari kanal resmi BMKG agar mendapatkan data yang akurat dan terkini,” pungkasnya. (*/sya)































