Pasar Rasa Mal? Wajah Baru Pasar di IKN Bikin Pedagang Serasa Naik Kelas

SUKABUMITIMES.com – Wajah pasar tradisional yang identik dengan becek dan semrawut tampaknya mulai ditinggalkan. Di kawasan Ibu Kota Nusantara, geliat baru justru muncul dari Pasar Segar Sepaku yang tampil bersih, tertata, dan modern. Suasana ini menghadirkan pengalaman berbeda, tak hanya bagi pembeli, tetapi juga para pedagang yang kini “serasa naik kelas”.

Sejak mulai beroperasi, aktivitas di Pasar Segar Sepaku perlahan menggeliat. Sejumlah pedagang tampak sibuk menata barang dagangan di kios dan los yang baru beberapa hari mereka tempati. Bangunan pasar yang bersih dan tertata rapi langsung mencuri perhatian warga yang datang berbelanja.

Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) sekaligus Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, menegaskan bahwa pasar ini bukan sekadar tempat jual beli biasa, melainkan bagian dari transformasi wajah perdagangan di IKN.

“Pasar yang berdiri di atas lahan seluas 5.880 meter persegi ini terdiri dari dua bangunan utama. Bangunan pertama memiliki luas 980,72 meter persegi dengan dua lantai, sementara bangunan kedua seluas 970 meter persegi juga terdiri dari dua lantai,” ujar Troy.

Ia menambahkan, konsep modern yang diusung menjadi cerminan komitmen pemerintah dalam menghadirkan fasilitas yang layak dan berkelanjutan.

“Bangunan modern pasar ini mencerminkan komitmen untuk menghadirkan infrastruktur yang layak, modern, dan berkelanjutan bagi pedagang dan masyarakat,” lanjutnya.

Pasar ini resmi mulai dioperasikan setelah proses serah terima kunci dan penandatanganan perjanjian pada 15 Maret 2026. Sementara operasional penuh dimulai sejak 30 Maret 2026 dengan jam layanan dari pukul 06.00 hingga 20.00 WITA.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 135 pedagang telah menempati lapak yang tersedia. Meski demikian, proses pengisian masih terus berlangsung secara bertahap seiring meningkatnya minat pedagang.

Secara keseluruhan, Pasar Segar Sepaku memiliki 43 kios kering, 10 kios basah, 36 los kering, dan 35 los basah. Tak hanya itu, tersedia pula 11 unit foodcourt yang siap memanjakan pengunjung dengan beragam kuliner.

Dari sisi fasilitas, pasar ini tergolong lengkap. Area parkir mampu menampung 25 mobil dan 20 sepeda motor. Selain itu, tersedia toilet, mushola, layanan kebersihan oleh petugas cleaning service, hingga sistem keamanan modern berupa CCTV yang beroperasi 24 jam serta petugas keamanan yang berjaga.

Ragam dagangan yang tersedia pun sangat beragam. Di area kios dan los basah, pengunjung dapat menemukan ikan, daging sapi, kambing, ayam potong, hingga sayur mayur segar. Sementara kios kering diisi berbagai jenis usaha, mulai dari konter telepon seluler, pakaian, elektronik, hingga kebutuhan rumah tangga.

Tak ketinggalan, ada juga pedagang yang menjual produk unik seperti kerajinan, kosmetik, alat pancing, bahan kue, bawang goreng, hingga merchandise khas IKN. Bahkan, tersedia pula toko buku, perhiasan emas, perlengkapan bayi, jamu, hingga alat-alat pertanian.

Perubahan wajah pasar ini dirasakan langsung oleh para pedagang. Ilmi Nafia, salah satu pedagang oleh-oleh khas IKN, mengaku terkesan dengan kondisi pasar yang jauh dari kesan kumuh.

“Saya benar-benar terkesan, karena kondisi pasar di sini lebih modern. Bersih, rapi, dan nyaman untuk jualan maupun untuk pembeli,” ujar Ilmi.

Menurutnya, suasana seperti ini memberikan semangat baru bagi pedagang untuk mengembangkan usaha mereka.

“Kalau tempatnya nyaman seperti ini, pembeli juga pasti lebih betah. Kami sebagai pedagang juga jadi lebih semangat,” tambahnya.

Kehadiran Pasar Segar Sepaku menjadi bukti bahwa pasar tradisional dapat bertransformasi tanpa kehilangan fungsinya sebagai pusat ekonomi rakyat. Justru dengan sentuhan modern, pasar mampu menghadirkan pengalaman belanja yang lebih layak, aman, dan nyaman.

Di tengah pembangunan IKN yang terus berjalan, pasar ini menjadi simbol bahwa kemajuan tak melulu soal gedung megah, tetapi juga tentang bagaimana ruang ekonomi rakyat ditata dengan lebih manusiawi dan berkelas. (*/sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *