SUKABUMITIMES.com – Di bawah kepemimpinan Kepala Satpol PP yang baru, Deni Yudono, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sukabumi langsung meluncurkan inovasi bertajuk “POL PP SIGAP”.
Program ini menjadi langkah awal dalam menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks di lapangan. Diluncurkan tidak lama setelah pelantikan oleh Bupati Sukabumi Asep Japar pada awal April 2026, program SIGAP tidak sekadar slogan.
Lebih dari itu, program ini dirancang sebagai fondasi baru dalam membentuk karakter dan pola kerja aparatur Satpol PP agar lebih profesional dan responsif.
Deni menegaskan, perubahan pola kerja sudah menjadi kebutuhan mendesak. Dengan wilayah Sukabumi yang luas, rawan bencana, serta dinamika sosial masyarakat yang terus berkembang, aparat dituntut tidak hanya tegas, tetapi juga mampu beradaptasi.
“Perkembangan teknologi dan perubahan pola pikir masyarakat menjadi tantangan nyata. Kita tidak bisa lagi bekerja dengan cara-cara lama,” ujar Deni.
Ia menjelaskan, SIGAP merupakan akronim yang mengandung nilai-nilai utama dalam pelaksanaan tugas. “Siap” berarti kesiapsiagaan personel dalam segala situasi. “Inovatif” menekankan pentingnya mengikuti perkembangan teknologi. “Gerak” mencerminkan kecepatan dan ketanggapan dalam bertindak.
Kemudian, “Amanah dan Amankan” menjadi penegasan bahwa setiap tugas harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab sekaligus menjaga stabilitas daerah. Sementara “Perda/Perkada” menunjukkan komitmen kuat dalam menegakkan aturan hukum daerah.
“Ini bukan sekadar jargon. SIGAP adalah sistem kerja yang harus benar-benar diterapkan dalam setiap tugas,” tegasnya.
Program ini juga sejalan dengan visi pembangunan daerah dalam RPJMD 2025–2029, yakni mewujudkan Sukabumi Mubarokah. Dalam hal ini, Satpol PP berperan sebagai garda terdepan dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban umum guna mendukung kelancaran pembangunan.
Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi perhatian utama. Deni menargetkan peningkatan kompetensi anggota, termasuk penguasaan teknologi informasi serta penguatan integritas untuk mencegah praktik penyimpangan seperti pungutan liar.
Meski menuntut ketegasan, pendekatan humanis tetap dikedepankan. Deni menilai, penegakan Peraturan Daerah harus dilakukan dengan komunikasi yang baik agar tidak menimbulkan ketakutan di masyarakat.
“Penegakan aturan harus tetap mengedepankan komunikasi. Kita ingin hadir sebagai pelindung, bukan menakut-nakuti,” jelasnya.
Dengan hadirnya program SIGAP, Satpol PP Kabupaten Sukabumi diharapkan mampu tampil lebih profesional, sigap, dan semakin dipercaya masyarakat.
“Tujuan akhirnya adalah memberikan pelayanan terbaik sekaligus menjaga stabilitas daerah agar pembangunan berjalan lancar,” pungkas Deni. (stm)































