SUKABUMITIMES.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukabumi memastikan seluruh pihak yang terlibat memahami secara utuh proses dan tahapan pengukuhan Aparatur Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).
Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat peran Satlinmas sebagai garda terdepan dalam menjaga ketenteraman dan perlindungan masyarakat.
Kepala Seksi Kerja Sama Trantibum Satpol PP Kabupaten Sukabumi, Munajat Firman Mustofa, menjelaskan hal tersebut usai kegiatan Pertemuan Aparatur Satlinmas Tahun 2026 yang digelar di Gedung Pertemuan Puri Surya Rawakalong, beberapa waktu lalu.
Menurut Munajat, pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai forum evaluasi menyeluruh terhadap regulasi yang selama ini menjadi landasan tugas Satlinmas di lapangan.
“Pertemuan ini menjadi bagian dari evaluasi regulasi yang mengatur ketenteraman dan perlindungan masyarakat, sekaligus memastikan pemahaman yang sama di semua tingkatan,” ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut, kata Munajat lagi, sejumlah aturan strategis turut dibahas. Di antaranya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 26 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat.
“Serta Permendagri Nomor 11 Tahun 2023 yang mengatur sarana dan prasarana Satgas Linmas dan Satlinmas,” katanya.
Tak hanya itu, tegas Munajat, Peraturan Bupati Sukabumi Nomor 91 Tahun 2021 tentang struktur organisasi dan tata kerja Satpol PP juga menjadi bahan pembahasan untuk memastikan keselarasan tugas dan fungsi di lapangan.
“Selain evaluasi regulasi, kami juga membahas persiapan teknis pengukuhan Satlinmas, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa,” jelas Munajat.
Ia menegaskan, pemahaman yang sama terkait tahapan pengukuhan sangat penting agar tidak terjadi kekeliruan administratif maupun teknis dalam pelaksanaannya nanti.
Melalui langkah ini, Satpol PP Kabupaten Sukabumi optimistis peran Satlinmas ke depan akan semakin solid dan profesional dalam mendukung terciptanya ketertiban umum serta rasa aman di tengah masyarakat.
“Terutama di tingkat desa yang menjadi basis pelayanan publik dan kehidupan sosial warga. Di sanalah Satlinmas memiliki peran strategis,” tandasnya. (stm)


























