SUKABUMITIMES.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi Wawan Juanda menekankan empat poin dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) demi kesuksesan pembangunan.
Wawan Juanda menyampaikan hal tersebut ketika diwawancarai sukabumitimes.com setelah menghadiri Musrenbang tingkat kota Sukabumi yang berlangsung di Gedung Juang 45 pada Rabu (8/4/2026).
“Tadi di forum Musrenbang, saya menyampaikan beberapa point penting supaya pembangunan di Kota Sukabumi ini berjalan dengan lancar dan mengena ke masyarakat secara langsung,” ungkap Wawan Juanda yang biasa disapa dengan Wanju.
Politisi senior dari fraksi PKS DPRD Kota Sukabumi ini memerinci empat point penting yang dimaksud, yaitu daya siang ekonomi, infrastruktur, kesejahteraan sosial dan terakhir masalah pengangguran dan kemiskinan.
“Terkait dengan daya siang ekonomi, terutama pada peningkatan kemampuan digital bagi pelaku UMKM yang harus menjadi perhatian serius. Semua itu tidak lain supaya UMKM di kota Sukabumi lebih berdaya saing dalam penguasaan digital,” ujar Wanju.
Menurut ketua DPRD Wanju, yang tidak kalah pentingnya bahkan yang sangat urgen adalah terkait dengan pembangunan infrastruktur di kota Sukabumi.
“Kualitas infrastruktur, terutama jalan yang selama ini selalu jadi masalah harus menjadi perhatian yang utama,” tekannya.
Penekanan pada bidang infrastruktur ini, Wanju menyampaikan bahwa sebenarnya ini sudah beriringan dengan arah pembangunan provinsi Jawa Barat.
“Provinsi Jabar di tahun 2025 dan 2026 itu berfokus pada infrastruktur. Nah, di tahun 2027 pun sebagian ada dari kita ingin wali kota komitmen untuk infrastruktur ini, ya selain di perubahan 2026 tentunya. Makanya kita harus memastikan konektivitas antar wilayah, ya,” jabarnya.
Kemudian, problem kesejahteraan sosial. Dalam rangka mencetak kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul yang harus diperhatikan itu bagaimana tingkat kesejahteraan sosial, pendiam maupun kesehatannya.
“Kesejahteraan sosial dan pendidikan, akses kesehatan juga istilahnya kualitas pendidikan yang harus tetap menjadi sebuah fondasi utama di dalam mencetak SDM Sukabumi yang unggul,” paparnya.
Sedangkan yang keempat, penurunan angka pengangguran. Di kota Sukabumi sendiri ternyata angka pengangguran itu jumlahnya melebihi provinsi Jabar. Saat ini tercatat lebih dari delapan persen.
“Kita pengangguran luar biasa, kita lebih tinggi daripada provinsi, ya. Jadi hampir 8 sekian persen, dan tingkat kemiskinan juga kita kurang bagus,” ucap Wanju.
Namun disisi lain, ada catatan positif yang patut mendapat apresiasi, yakni Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita lebih bagus dari Jabar.
“Harus diakui itu, sehingga tadi juga diapresiasi oleh pihak provinsi,” ucapnya.
Ketua DPRD Wanju berpendapat bahwa kesuksesan rencana pembangunan itu bukan dilihat dari suksesnya gedung yang tinggi, tetapi bagiamana pembangunan itu benar-benar masuk ke masyarakat sepenuhnya.
“Pembangunan itu masuk ke gang-gang dan kesejahteraan masyarakat terpenuhi. Kita legislatif bersama eksekutif harus terus berkolaborasi dan bersinergi. Kuncinya adalah aspirasi masyarakat harus menjadi acuan dalam penyusunan program,” pungkasnya. (sya)

























