SUKABUMITIMES.com – Universitas Madani Nusantara (UMN) resmi memasuki babak baru dalam perjalanan pengembangan pendidikan tinggi di Kota Sukabumi. Perubahan status dari Institut Madani Nusantara menjadi universitas tidak hanya dimaknai sebagai pergantian nama, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas akademik, riset, serta kontribusi nyata kepada masyarakat.
Rektor Universitas Madani Nusantara (UMN), Prof. Endin Nasrudin, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh civitas akademika yang selama ini berkontribusi dalam membangun institusi.
“Ini bukan sekadar perubahan nama, tetapi juga tanggung jawab besar untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, tata kelola, riset, dan kontribusi kepada masyarakat,” ujar Prof. Endin Nasrudin kepada awak media setelah penyerahan SK Menteri Agama Republik Indonesia Tentang Ijin Perubahan Bantuk Institut Madani Nusantara menjadi Universitas Madani Nusantara yang bertempat di Kampus UMN pada Minggu (5/4/2026).

Menurutnya, status baru sebagai universitas membawa sejumlah agenda strategis yang harus segera direalisasikan. Mulai dari peningkatan mutu akademik dan akreditasi, penguatan riset dan publikasi ilmiah, percepatan transformasi digital, hingga peningkatan daya saing lulusan di tingkat nasional, regional, dan global.
Ia menjelaskan bahwa transformasi ini sejatinya telah lama dinantikan, seiring kesiapan institusi yang kini telah memiliki tiga fakultas aktif, yakni Tarbiyah dan Keguruan, Dakwah dan Komunikasi, serta Syariah dan Hukum, dengan total tujuh program studi untuk jenjang sarjana (S1) dan pascasarjana (S2).
“Transformasi institut ke universitas ini sudah dinanti oleh kami, karena UMN sudah memiliki 3 fakultas yang sudah berjalan. Maka, setelah SK ini terbit kami akan menambah lagi tiga fakultas, yaitu Saintek, Ilmu Kesehatan (S1), dan Program Doktoral untuk S3,” tegasnya.
Endin juga menekankan pentingnya penguatan kemitraan dengan berbagai pihak, mulai dari dunia industri, pemerintah, hingga institusi internasional. Hal ini dinilai penting untuk memperkokoh posisi UMN di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.
“Transformasi ini merupakan langkah besar dalam perjalanan institusi. Kini, memasuki era baru sebagai sebuah universitas dengan komitmen untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia, menyelenggarakan pendidikan berkualitas, dan layanan terbaik,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menegaskan komitmen UMN untuk menjadi pusat keunggulan berbasis inovasi dan keberlanjutan.
“Kami bertekad untuk menjadi pusat keunggulan dengan terus mendorong inovasi yang berwawasan lingkungan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak positif bagi bangsa dan negara,” tandasnya.
Dukungan terhadap transformasi ini juga datang dari Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Amien Suyitno. Ia menilai perubahan status ini harus diiringi dengan peningkatan kualitas pendidikan dan pengalaman belajar mahasiswa.

“Dengan transformasi ini, UMN diharapkan dapat menjadi pusat keunggulan akademik, dengan terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan pengalaman belajar terbaik bagi para mahasiswa,” ungkapnya.
Ia mengingatkan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan dan karakter yang kuat.
“Kita harus berkomitmen untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan dan berkarakter yang dibutuhkan dalam masyarakat, khususnya untuk daerah Sukabumi, umumnya di kancah nasional dan global yang terus berubah,” lanjutnya.
Menurutnya, pengelolaan perguruan tinggi membutuhkan dedikasi tinggi dan tanggung jawab moral terhadap kualitas lulusan.
“Tidak mudah mengelola perguruan tinggi, harus dengan penuh dedikasi serta tanggung jawab moral terhadap lulusan. Ketika terjadi perubahan, maka bidang keilmuannya harus lebih universal lagi, sesuai kebutuhan di masyarakat,” tegasnya.
Ia pun mendorong UMN untuk membuka program studi yang lebih kompetitif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Cobalah ke depan UMN membuka prodi yang bisa meningkatkan daya saing, khususnya di Sukabumi. Modal sejarah, sosial, dan intelektual harus dijadikan pondasi untuk maju dan berkembang. Dengan demikian, kampus ini diyakini akan semakin maju dan besar,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menyebut transformasi ini sebagai kado istimewa dalam momentum Hari Jadi ke-112 Kota Sukabumi.
“Transformasi ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sukabumi. Di tengah peringatan Hari Jadi Kota Sukabumi ke-112 dengan tema Harmoni dalam Kolaborasi, Bersama Membangun Kota, kehadiran Universitas Madani Nusantara menjadi simbol nyata hasil kolaborasi berbagai pihak dalam memajukan pendidikan dan pembangunan daerah,” ungkapnya.
Ia berharap peningkatan status ini mampu melahirkan generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia.
“Semoga Universitas Madani Nusantara dapat menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman yang moderat, serta berkontribusi aktif dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu membawa Kota Sukabumi semakin maju, harmonis, dan berdaya saing,” pungkasnya. (sya)






























