SUKABUMITIMES.com – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mendorong perubahan mendasar dalam tata kelola anggaran di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.
Dalam forum halal bihalal bersama pejabat dan ASN, Selasa (31/3/2026), ia menegaskan perlunya reformasi pola belanja daerah yang selama ini dinilai tidak efisien.
Ayep secara gamblang mengarahkan agar mekanisme pengadaan barang dan jasa tidak lagi bergantung pada pihak ketiga.
Ia menilai, rantai distribusi yang panjang justru membuka ruang pemborosan anggaran dan mengurangi efektivitas penggunaan keuangan daerah.
“Ini bukan sekadar efisiensi biasa, tapi perubahan cara kerja. Kita harus berani memutus ketergantungan pada perantara,” tegasnya.
Menurutnya, belanja langsung ke produsen atau pabrik merupakan langkah strategis yang bisa memangkas biaya secara signifikan.
Ia menyebut potensi penghematan bisa mencapai sekitar 30 persen, terutama pada sektor pengadaan rutin seperti kebutuhan kesehatan dan operasional perangkat daerah.
Lebih jauh, Ayep meminta Sekretaris Daerah dan Inspektorat untuk tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga aktif mengawal transformasi ini.
Koordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dinilai penting agar kebijakan efisiensi tetap akuntabel dan tidak menyalahi aturan.
Selain aspek anggaran, ia juga menyinggung efektivitas kinerja ASN. Wacana work from home (WFH) tetap dibuka, namun dengan pendekatan terbatas agar tidak mengganggu pelayanan publik.
Skema yang dipertimbangkan adalah penerapan pada hari Jumat, sementara hari kerja lainnya tetap berjalan penuh di kantor.
Di sisi pembangunan, Ayep menegaskan bahwa tiga tahun ke depan akan menjadi fase percepatan infrastruktur.
Sejumlah ruas jalan strategis seperti Jalan Gudang, Jalan Otista, dan kawasan depan Stukpa masuk dalam prioritas awal yang akan segera dikerjakan, bahkan sebelum turunnya dana transfer pusat.
“Ini bentuk komitmen kita. Hasilnya harus nyata, bukan sekadar perencanaan,” ujarnya.
Momentum Hari Ulang Tahun ke-112 Kota Sukabumi dijadikan titik tolak untuk menghadirkan perubahan yang lebih terukur, baik dari sisi tata kelola pemerintahan maupun pembangunan fisik.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menambahkan bahwa rangkaian peringatan HUT kota dirancang tidak hanya seremonial, tetapi juga melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.
Agenda yang disiapkan meliputi ziarah ke taman pahlawan, apel dan rapat paripurna DPRD, hingga puncak karnaval pada 18 April.
Selain itu, akan digelar car free day, pertunjukan musik, serta rencana kunjungan duta besar negara sahabat. Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan festival kaligrafi tingkat anak pada awal Mei. (rus/uml)































