SUKABUMITIMES.com – Suasana religius dan penuh kekhidmatan menyelimuti kawasan alun-alun pelataran Masjid Agung di kawasan Banten Lama pada malam ke-8 bulan Syawal tepatnya pada Kamis (26/3/2026).
Ribuan santri dari berbagai daerah, khususnya dari Banten, memadati lokasi tersebut dalam rangka kegiatan silaturahmi dan ziarah yang digelar dalam gerakan Roud To Masyaikh, sebuah agenda tahunan yang terus lestari di kalangan santri.
Kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi para santri untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus melanjutkan tradisi spiritual melalui ziarah ke para kasepuhan dan aulia yang tersebar di wilayah Banten.
Salah satu santriawati asal Banten, Neli Agustiani, mengungkapkan rasa haru dan kebanggaannya bisa turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan wadah yang sarat nilai keagamaan dan kebersamaan.
“Malam ini malam ke-8 bulan Syawal, merupakan malam silaturahmi para santri yang digerakkan oleh Roud To Masyaikh setiap tahunnya. Ini adalah salah satu kumpulan yang sangat luar biasa, yang menjunjung tinggi nilai silaturahmi para santri dari berbagai daerah, khususnya dari Banten, dengan jumlah jamaah yang sangat banyak,” ujar Neli.
Menurutnya, kegiatan ini memiliki tujuan utama untuk mempererat ukhuwah islamiyah sekaligus melakukan ziarah ke para tokoh ulama terdahulu yang memiliki peran besar dalam penyebaran Islam di tanah Banten.
“Tujuan utamanya adalah silaturahmi dan ziarah ke para kasepuhan serta para aulia yang ada di Banten,” tambahnya.
Pantauan di lokasi, para santri tampak memenuhi area pelataran masjid hingga meluber ke alun-alun. Mereka datang secara berkelompok dari berbagai pesantren, membawa semangat kebersamaan yang kuat. Lantunan doa dan dzikir pun menggema, menambah suasana khusyuk di tengah keramaian.
Kegiatan Roud To Masyaikh sendiri telah menjadi tradisi tahunan yang dinantikan oleh para santri. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meneladani perjuangan para ulama terdahulu serta memperkuat nilai-nilai spiritual di kalangan generasi muda pesantren.
Dengan antusiasme yang terus meningkat setiap tahunnya, kegiatan ini diharapkan mampu terus menjaga tradisi keilmuan dan spiritualitas Islam di Banten, sekaligus mempererat hubungan antar santri lintas daerah. (*/sya)

































