SUKABUMITIMES.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi mulai menyiapkan langkah pemulihan bagi warga terdampak bencana pergeseran tanah di Kecamatan Bantargadung.
Salah satunya dengan menyalurkan bantuan uang kontrakan agar para pengungsi dapat segera meninggalkan tenda pengungsian dan menempati hunian sementara yang lebih layak.
Bupati Sukabumi, Asep Japar, bahkan turun langsung menemui warga dan berbuka puasa bersama di lokasi pengungsian, Selasa (9/3/2026) kemarin. Dalam kesempatan itu, ia menyerahkan bantuan uang kontrakan sebesar Rp3 juta kepada setiap kepala keluarga terdampak.
“Alhamdulillah saya bersama jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, pihak bank, kepala desa dan camat bisa berbuka bersama warga yang terdampak pergeseran tanah. Sekaligus kami menyerahkan bantuan uang kontrakan sebesar Rp3 juta per kepala keluarga untuk enam bulan,” kata Asep Japar.
Menurutnya, bantuan tersebut diberikan sebagai solusi sementara agar warga tidak terus bertahan di pengungsian, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri. Ia mengaku prihatin melihat kondisi para pengungsi yang harus menjalani Ramadan dalam keterbatasan.
“Saya tidak rela melihat warga masih berada di pengungsian, apalagi sebentar lagi Lebaran. Karena itu kami arahkan agar mereka bisa menyewa rumah sementara sambil menunggu proses relokasi permanen dari pemerintah,” ujarnya.
Asep menegaskan, penyaluran bantuan dilakukan melalui transfer langsung ke rekening masing-masing penerima melalui Bank BJB. Cara ini dilakukan untuk memastikan bantuan diterima langsung oleh warga tanpa perantara.
“Dana tidak diberikan secara tunai, semuanya ditransfer ke rekening masing-masing agar lebih aman. Kami juga mengingatkan jangan sampai ada pihak yang mencoba menjadi calo atau memanfaatkan situasi ini,” tegasnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah kini tengah menyiapkan rencana relokasi bagi warga terdampak. Beberapa lokasi telah dipertimbangkan, namun masih harus melalui proses kajian, termasuk pemeriksaan kondisi tanah dan kajian geologi guna memastikan kawasan tersebut aman untuk permukiman.
“Bayang-bayang lokasi relokasi sebenarnya sudah ada, tetapi kami masih akan mengajukan terlebih dahulu ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Setelah itu akan dicek apakah tanahnya aman atau tidak, termasuk kajian geologi agar tidak terjadi pergeseran tanah lagi di masa depan,” jelasnya.
Sementara itu, status tanggap darurat bencana di wilayah Bantargadung kini telah ditutup dan akan memasuki tahap transisi menuju pemulihan. Meski demikian, sebagian warga masih berada di pengungsian karena belum mendapatkan rumah kontrakan, meskipun bantuan dana telah ditransfer. (stm)































