SUKABUMITIMES.com – Banyak yang bilang bahwa zona nyaman adalah tempat yang indah, namun sayangnya, tidak ada hal besar yang tumbuh di sana.
Bagi sebagian mahasiswa, akhir masa kuliah sering kali menjadi masa “menunggu” atau sekadar mencari peluang yang ada di depan mata. Namun, bagi Salwa Tri Amelia, kata “menunggu” tidak ada dalam kamusnya.
Mahasiswi Institut Citra Buana Indonesia (ICBI) ini memutuskan untuk mengambil langkah berani dengan melintasi samudera demi mengejar standar profesionalisme global.
Sejak 4 Februari 2026, Salwa resmi memulai babak baru hidupnya sebagai mahasiswa magang di Hyatt Place, Distrik Xinzhuang, New Taipei City, Taiwan.
Menjawab Tantangan dari Balai Kota
Keberangkatan Salwa bukan sekadar urusan akademik. Di balik kopernya yang penuh harapan, tersimpan motivasi besar yang ia serap dari pesan-pesan kepemimpinan di kotanya. Salwa mengakui bahwa api semangatnya tersulut oleh dorongan kuat dari wali kota Sukabumi.
Dalam berbagai kesempatan, wali kota memang kerap mengingatkan bahwa musuh terbesar pemuda adalah rasa puas diri. Ia mendorong anak muda Sukabumi untuk menjadi “petarung” di dunia kerja, bukan sekadar penonton.
“Pesan pak Wali Kota sangat membekas di hati saya. Beliau ingin kita, anak muda Sukabumi, berani melihat dunia luar dan mencari pengalaman di negeri orang. Itulah yang membuat saya berani mengambil langkah ke Taiwan,” ungkap Salwa dengan mantap.
Baginya, ini adalah pembuktian bahwa pemuda Sukabumi memiliki daya saing yang tak kalah dengan tenaga kerja internasional lainnya.
Mengapa Hyatt Place dan Taiwan?
Memilih Taiwan, khususnya Distrik Xinzhuang, bukanlah keputusan yang diambil secara acak. Taiwan dikenal sebagai negara dengan etos kerja yang sangat disiplin dan efisiensi tinggi. Sementara itu, Hyatt Place merupakan representasi dari standar hospitality kelas dunia.
Di sana, Salwa tidak hanya bertugas melayani tamu, tetapi juga mengemban misi untuk menyerap Etos Kerja Global yakni dengan mempelajari bagaimana kedisiplinan Taiwan membentuk produktivitas yang luar biasa, penguasaan Standar Internasional, yaitu mendalami seluk-beluk pelayanan di salah satu grup hotel terbesar di dunia.
Dan juga menempa kemandirian, dengan beradaptasi dengan budaya dan lingkungan New Taipei City yang sangat dinamis.
Sinergi Kampus dan Daerah
Keberhasilan Salwa menembus pasar internasional juga menjadi bukti nyata komitmen Institut Citra Buana Indonesia (ICBI) dalam mendukung visi “Go International”. Kampus bukan hanya menjadi tempat belajar teori, tetapi menjadi jembatan yang menghubungkan tekad mahasiswa dengan peluang global.
Sinergi antara motivasi dari pemimpin daerah, dukungan kurikulum kampus, dan tekad pribadi Salwa menjadi formula ampuh dalam memerangi ancaman pengangguran. Langkah ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas SDM yang mumpuni.
Pulang untuk Membangun Sukabumi
Bagi Salwa, Taiwan bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah laboratorium besar untuk belajar. Pengalaman, keterampilan, dan mentalitas yang ia asah di Hyatt Place nantinya akan menjadi modal berharga saat ia kembali ke tanah air.
Ia berharap, ilmu yang didapatnya bisa memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri perhotelan dan pariwisata di Sukabumi.
Salwa Tri Amelia telah membuktikan bahwa dengan keberanian untuk keluar dari zona nyaman, dunia luar bukan lagi tempat yang menakutkan, melainkan panggung untuk bersinar. (*/sya)



























