SUKABUMITIMES.com – Di sebuah sudut Kota Sukabumi, ketika hilal Ramadan mulai tampak dan kesibukan warga meningkat menyambut Idul Fitri, ada satu nama yang tak asing lagi bagi para pemburu buah tangan eksklusif.
Ia adalah Sri Parcel Sukabumi, sebuah usaha yang lahir dari ketekunan, jemari yang terampil, dan ketulusan hati.
Namun, di balik deretan keranjang cantik yang terhias rapi hari ini, tersimpan narasi panjang tentang perjuangan sepasang suami istri yang merajut mimpi dari titik nol.
Menenun Asa dengan Alat Seadanya
Empat belas tahun silam, Sri Sumarni memulai perjalanannya. Saat itu, dunia parcelling belum secanggih sekarang. Tanpa mesin pemanas atau lem tembak (lilin) yang praktis, Sri dan suaminya mengandalkan cara-cara konvensional yang menguras tenaga.
“Waktu itu belum mengenal lilin pemanas. Dulu hanya menggunakan isolatif dan lakban dalam merangkainya,” kenang Sri Sumarni sambil tersenyum mengingat masa-masa awal itu.
Tantangan tak berhenti di meja kerja. Mengantar pesanan ke rumah pelanggan menjadi ujian tersendiri. Mengandalkan angkutan kota (angkot) sebagai sarana transportasi, risiko kerusakan di jalan sangat tinggi. Guncangan kendaraan seringkali membuat rangkaian parcel lepas atau copot saat tiba di tujuan.
“Tentu kita harus bertanggung jawab. Kalau lepas, kita perbaiki di tempat atau bahkan kita ganti dengan yang pengerjaannya lebih berkualitas demi kepuasan konsumen,” tambahnya.
Prinsip “bekerja dengan hati” inilah yang kemudian menjadi pondasi kepercayaan pelanggan setianya hingga kini.
Sosok Multiperan di Balik Kemasan
Sri Sumarni bukanlah pengusaha biasa. Di balik kesibukannya mengurus UMKM, ia adalah sosok perempuan tangguh dengan mobilitas tinggi. Ia merupakan seorang jurnalis aktif di media massa ternama, seorang motivator yang kerap membakar semangat banyak orang, sekaligus dosen di ICBI Sukabumi.
Bayangkan ritme hidupnya selama bulan Ramadan. Setelah seharian mengejar berita atau memberikan kuliah, ia tidak langsung beristirahat. Bersama sang suami, ia menyulap rumah mungilnya menjadi “pabrik” kebahagiaan.
“Sepulang kerja, langsung belanja bahan, lalu merangkai pesanan yang sudah menunggu. Begitu seterusnya setiap hari selama bulan Ramadan,” tuturnya.
Rumah mungil mereka sempat menjadi saksi bisu betapa sesaknya ruang oleh tumpukan biskuit, sirup, dan keranjang.
Namun, barang-barang itu tak pernah menetap lama. Apa yang dibuat hari ini, biasanya habis dipesan dan diambil pelanggan keesokan harinya.
Menjaga Eksistensi, Merawat Kepercayaan
Seiring waktu, kepercayaan masyarakat Sukabumi tumbuh pesat. Volume pesanan yang membeludak memaksa Sri Parcel untuk keluar dari zona nyaman rumah mungil mereka.
Kini, mereka telah menempati lokasi yang lebih strategis untuk melayani permintaan yang kian eksklusif.
Empat belas tahun bukan waktu yang singkat untuk menjaga eksistensi. Di tengah menjamurnya toko-toko parcel baru, Sri Parcel tetap berdiri tegak sebagai simbol kualitas dan ketulusan. Baginya, parcel bukan sekadar bingkisan, melainkan jembatan silaturahmi yang harus disajikan dengan sempurna.
“Alhamdulillah, dengan kepercayaan pelanggan, kami sudah berkarya selama 14 tahun. Ini bukan waktu yang sebentar untuk membuktikan eksistensi kami dalam dunia buah tangan eksklusif di Kota Mochi ini,” ujar Sri dengan nada syukur.
Menjelang hari yang fitri, Sri Sumarni berharap usahanya tetap bisa menjadi bagian dari momen kebahagiaan keluarga di Sukabumi.
“Kami mohon doanya dari masyarakat dan pelanggan setia, supaya Sri Parcel bisa terus menemani di setiap momen Idul Fitri ke depannya,” pungkasnya.
Bagi Sri, setiap pita yang diikat dan setiap keranjang yang disusun adalah wujud syukur atas perjalanan panjang yang bermula dari selembar isolatif, dan kini berbuah menjadi salah satu ikon buah tangan kebanggaan Sukabumi.
Penasaran: Ayo kunjungi Toko SRI PARCEL SUKABUMI Jalan Lio Santa No. 28 Kelurahan Cikondang, Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi, No. WA. 085659573447 / 085781191751. (sya)






























