Menkeu Prediksi Industri Media akan Cerah, Seiring dengan Membaiknya Pertumbuhan Ekonomi Negara 

SUKABUMITIMES.COM – Diproyeksikan industri media ke depannya akan cerah, yang ditandai dengan adanya upaya perbaikan pertumbuhan ekonomi oleh pemerintah tahun ini.

Pernyataan ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara ‘Semangat Awal Tahun 2026’ IDN di Jakarta, pada Rabu (14/1/2026).

Purbaya mengatakan, dengan pertumbuhan tersebut, maka bukan tidak mungkin industri penyiaran dalam negeri akan turun merasakan dampak perputaran ekonomi seperti belanja iklan.

“Nanti Anda di dunia media juga, keadaan ekonominya akan berbeda dari tahun lalu. Kenapa Anda dapat ekonomi sedikit? Karena ekonominya melambat sehingga yang pasang iklan untungnya pas-pasan,” kata Purbaya sebagaimana di kutip dari Bloomberg Technoz pada Kamis (15/1/2026).

“Tapi, ketika ekonominya akan bertumbuh 6% atau lebih, keadaannya akan berbeda. Demand [permintaan] kencang, akan banyak kompetisi, akan banyak orang membutuhkan advertisement,” sambungnya menegaskan.

Pada tahun ini, dia meyakini pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional akan mencapai dan mendekati level 6%, seiring upaya koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter.

Untuk mengejar target tersebut, Purbaya menegaskan akan mempercepat realisasi belanja pemerintah, khususnya di kementerian dan lembaga (K/L) yang selama ini dinilai lambat menyerap anggaran.

Dia mengaku akan turun langsung memastikan belanja negara berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.

“Nanti Kementerian/Lembaga yang biasanya belanjanya pelan, saya akan ya “sikut-sikut” sedikit biar kerja,” kata Purbaya.

Ia juga tidak segan akan memangkas anggaran bagi instansi yang dinilai tidak mampu merealisasikan belanja secara optimal.

Selain dari sisi fiskal, Purbaya juga menaruh perhatian besar pada peran sektor swasta. Pemerintah akan memperbaiki iklim investasi melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Debottlenecking untuk mengurai berbagai hambatan usaha.

Melalui satgas tersebut, pelaku usaha dapat menyampaikan pengaduan secara langsung terkait kendala investasi dan operasional. Seluruh pengaduan akan dibahas secara terbuka setiap pekan. (*/sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *