SUKABUMITIMES.COM – PERSIB Bandung berhasil menutup putaran pertama Super League 2025/26 dengan catatan gemilang. Kemenangan tipis 1-0 atas rival abadi, Persija Jakarta, tidak hanya memberikan tiga poin krusial tetapi juga menasbihkan tim berjuluk Pangeran Biru ini sebagai juara paruh musim.
Di balik kesuksesan kolektif tersebut, terdapat catatan statistik individu yang menarik, terutama mengenai konsistensi para penggawa di lapangan hijau.
Dua pemain asing asal Brasil, Ulliam Barros Pereira dan Julio Cesar (JC), tercatat sebagai pemain yang paling sering berkontribusi.
Keduanya menjadi satu-satunya pemain yang selalu tampil dalam seluruh 17 pertandingan yang dijalani PERSIB di putaran pertama.
Ulliam Barros mencatatkan menit bermain yang impresif, yakni 1.448 menit. Dari 17 laga tersebut, Barros dipercaya sebagai starter sebanyak 16 kali.
Ia hanya sekali turun dari bangku cadangan, tepatnya pada pekan ke-12 saat menghadapi Malut United.
Sementara itu, Julio Cesar juga tidak kalah kontributif dengan total 1.078 menit bermain. Meski selalu tampil di setiap laga, peran JC lebih bervariasi dengan catatan 11 kali sebagai starter dan 6 kali masuk sebagai pemain pengganti.
Di barisan pertahanan, bek asal Argentina Patricio Matricardi menunjukkan kelasnya dengan tampil sebanyak 16 laga (1.313 menit), di mana 14 di antaranya dimulai sejak menit awal.
Ketangguhan Matricardi menjadi salah satu kunci kokohnya lini belakang Pangeran Biru sepanjang paruh musim ini.
Berikut adalah daftar pemain lain dengan jumlah penampilan signifikan di putaran pertama:
Tampil 15 Pertandingan:
Teja Paku Alam (1.350 menit)
Beckham Putra Nugraha (775 menit)
Ramon Souza (697 menit)
Saddil Ramdani (576 menit)
Tampil 14 Pertandingan:
Thom Haye
Kakang Rudianto
Tampil 13 Pertandingan:
Marc Klok
Eliano Reijnders
Keberhasilan menjadi juara paruh musim menjadi modal berharga bagi anak asuh pelatih PERSIB untuk mengarungi putaran kedua nanti.
Dengan kedalaman skuad dan konsistensi pemain inti seperti Barros dan JC, harapan bobotoh untuk melihat trofi juara di akhir musim semakin membuncah.
Manajemen dan tim pelatih diharapkan mampu menjaga kondisi fisik para pemain yang memiliki menit bermain tinggi agar tetap prima dalam perburuan gelar juara Super League 2025/26. (sya)

































