SUKABUMITIMES.COM – Perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, menjadi tantangan besar bagi dunia saat ini. Salah satu upaya penting untuk mengatasi masalah tersebut melalui penerapan prinsip-prinsip eco-innovation (inovasi ramah lingkungan) dalam kehidupan sehari-hari.
Kondisi Indonesia khususnya di Kota Bandung saat ini menjadi sorotan, di mana kesadaran tentang pentingnya pengolahan bahan alam dan limbah masih perlu ditingkatkan, terutama di kalangan generasi muda.
Oleh karena itu, Politeknik Negeri Bandung (Polban) melakukan pengabdian masyarakat dengan tema Penerapan Eco-Innovation melalui Edukasi dan Praktik Pengolahan Bahan Alam dan Limbah pada siswa SMKN 13 Bandung yang dilaksanakan oleh dua dosen hebat Teknik Kimia Polban yaitu Dr. Dian Ratna Suminar, S.T., M.T dan Dianty Rosirda Dewi Kurnia, S.T., M.T.
Dosen Teknik Kimia Polban Dr. Dian Ratna Suminar, S.T., M.T mengatakan, selain meningkatkan pemahaman siswa SMKN 13 Bandung tentang pentingnya eco-innovation dalam konteks keberlanjutan lingkungan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan praktis dalam pengolahan bahan alam dan limbah yang dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari maupun industri.
“Pengabdian masyarakat yang digagas Polban ini juga dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian siswa terhadap isu lingkungan, dengan mengintegrasikan konsep-konsep pengelolaan sampah dan bahan alam ramah lingkungan tentunya,” tutur Dr. Dian Ratna Suminar, S.T., M.T.
Agar hasilnya maksimal, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan metode yang begitu apik yang dikemas dalam tiga tahapan. Pertama edukasi tentang Eco-Innovation dengan menghadirkan narasumber dari akademisi dan praktisi di bidang pengelolaan bahan alam dan limbah.
“Dalam tahap pertama, para peserta akan diajarkan mengenai konsep dasar eco-innovation, tantangan lingkungan, serta solusi-solusi berbasis inovasi untuk mengatasi masalah limbah,” kata Dr. Dian.
Baru setelah itu dilakukan tahap kedua yakni praktik pengolahan limbah. Di sini siswa akan diajarkan teknik-teknik pengolahan limbah domestik dan industri yang dapat dimanfaatkan kembali.
“Beberapa materi yang akan diajarkan termasuk daur ulang plastik, pemanfaatan limbah organik menjadi kompos, dan pembuatan produk ramah lingkungan lainnya,” ulas Dian.
Terakhir penerapan pengolahan bahan alam. Selain pengolahan limbah, siswa juga akan dipandu dalam mengolah bahan alam secara berkelanjutan.
“Ini termasuk pemanfaatan bahan-bahan alam lokal untuk membuat produk-produk yang dapat dimanfaatkan di industri kecil, seperti bahan bangunan ramah lingkungan, produk kosmetik berbasis alami, dan kerajinan tangan dari bahan alami,” bebernya.
Sementara itu, Dosen Teknik Kimia Politeknik Negeri Bandung (Polban) Dianty Rosirda Dewi Kurnia, S.T., M.T berharap pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Polban dengan tema Penerapan Eco-Innovation melalui Edukasi dan Praktik Pengolahan Bahan Alam dan Limbah pada siswa SMKN 13 Bandung mampu menghasilkan output yang mumpuni baik dari sisi produk pengolahan limbah dan bahan alam, peningkatan kesadaran lingkungan hingga rekomendasi program pengelolaan limbah di sekolah.
“Sebagai hasil dari pelatihan ini, siswa diharapkan dapat menghasilkan produk-produk dari hasil olahan limbah dan bahan alam yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat lingkungan, seperti produk kerajinan, pupuk organik, dan produk berbasis daur ulang,” tutur Dianty Rosirda Dewi Kurnia, S.T., M.T.
Siswa akan lebih sadar akan pentingnya penerapan eco-innovation dalam kehidupan mereka sehari-hari dan mengimplementasikannya di lingkungan sekolah maupun rumah. “Hasil pengabdian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pihak sekolah untuk mengembangkan sistem pengelolaan limbah yang lebih baik dan lebih ramah lingkungan,” ujarnya.
Dalam praktiknya, Program Pengabdian Masyarakat Polban dengan tema Penerapan Eco-Innovation melalui Edukasi dan Praktik Pengolahan Bahan Alam dan Limbah pada siswa SMKN 13 Bandung memili segudang manfaat.
Manfaat bagi siswa yaitu mendapatkan keterampilan dan pengetahuan baru yang dapat diterapkan baik dalam kehidupan pribadi maupun sebagai modal dalam dunia kerja, terutama di sektor yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan dan industri kreatif.
Lantas bagaimana dengan SMKN 13 Bandung? Tentunya bagi SMKN 13 Bandung akan memperoleh manfaat dari penerapan sistem pengelolaan limbah yang lebih baik dan ramah lingkungan, serta mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih hijau dan bersih.
“Untuk masyarakat, program ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar sekolah, dengan adanya pemahaman yang lebih luas mengenai cara-cara pengolahan limbah yang ramah lingkungan, yang dapat diterapkan dalam skala yang lebih besar,” papar Dianty Rosirda Dewi Kurnia, S.T., M.T.
Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam membangun kesadaran dan keterampilan siswa untuk menjadi agen perubahan dalam dunia industri dan masyarakat yang lebih ramah lingkungan.
“Melalui penerapan eco-innovation, kita berharap dapat menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi siswa, sekolah, dan masyarakat pada umumnya, serta mendorong lahirnya solusi-solusi inovatif yang dapat memitigasi masalah lingkungan di masa depan,” tandasnya. (sya/rls)
































