SUKABUMITIMES.COM – Mengantisipasi potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem, Komando Distrik Militer (Kodim) 0622 Kabupaten Sukabumi menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam Tahun 2025.
Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Sudirman Kodim 0622, Jalan Cimanggu, Desa Cimanggu, Kecamatan Palabuhanratu dipimpin langsung oleh Dandim 0622 Kabupaten Sukabumi, Letkol Inf. Agung Ari Wibowo dan diikuti sekitar 300 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga relawan kebencanaan.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian, Kasdim 0622 Mayor Arm. Mursid, Kepala BPBD Kabupaten Sukabumi Eki Radiana Rizki, Kepala Unit BMKG Sukabumi Agung Saptaji, Korpos Sar Basarnas Sukabumi Suryo, serta unsur tokoh agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Sukabumi.
Dandim 0622 Letkol Inf. Agung Ari Wibowo menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana.
“Iya khususnya banjir dan tanah longsor yang rawan terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi,” ungkapnya.
Terlebih, kata Letkol Inf. Agung Ari Wibowo dengan perubahan iklim yang ekstrem saat ini berpotensi menimbulkan ancaman bencana alam. Oleh karena itu, kesiapsiagaan personel, kecepatan bertindak.
“Serta kesiapan sarana dan prasarana menjadi hal yang mutlak diperlukan,” tegas Letkol Inf. Agung Ari Wibowo.
Ia menjelaskan, kegiatan gelar kesiapan ini bertujuan memastikan seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah hingga relawan, memahami tugas dan perannya masing-masing dalam penanggulangan bencana.
Hal tersebut menurutnya, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, yang menegaskan bahwa penanggulangan bencana alam merupakan bagian dari tugas operasi militer selain perang (OMSP).
“Sebagai satuan kewilayahan, Kodim 0622 memiliki tanggung jawab untuk membantu pemerintah daerah dalam upaya penanganan bencana. Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar penanganan bencana dapat berjalan cepat, tepat, dan efektif,” jelasnya.
Dalam apel tersebut juga ditampilkan kesiapan personel serta berbagai sarana dan prasarana pendukung, di antaranya kendaraan taktis, mobil rescue, ambulans, perahu karet, sepeda motor trail, hingga perlengkapan evakuasi dari masing-masing instansi terkait.
Apel kesiapsiagaan ditutup dengan doa bersama, sebagai bentuk ikhtiar dan harapan agar seluruh personel selalu diberi keselamatan dalam menjalankan tugas kemanusiaan, serta Kabupaten Sukabumi dijauhkan dari bencana yang menimbulkan korban jiwa maupun kerugian besar. (stm)































