Ratusan Guru RA dan MDTU se-Kota Sukabumi Ikuti Pelatihan dan Pengembangan Kapasitas 

SUKABUMITES.COM – Ratusan guru Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula (MDTU) se-Kota Sukabumi mengikuti Pelatihan dan Pengembangan Kapasitas Guru yang digelar di Islamic Centre Kota Sukabumi, Sabtu (13/12/2025).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Al-Karima Foundation bersama Mumtaza Institute ini bertujuan memperkuat kompetensi pendidik dalam menciptakan pembelajaran yang aman, ramah anak, dan berkarakter.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kasie PD Pontren Rizal Yusuf Ramdan yang mewakili Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sukabumi Samsul Puad.

Dalam sambutannya, Rizal Yusuf menegaskan bahwa guru RA dan MDTU memiliki peran strategis dalam membangun fondasi karakter, moral, dan kepedulian sosial anak sejak usia dini.

“Pelatihan ini pasti akan sangat berguna bagi pendidik sebagai sarana membangun fondasi karakter, moral, dan kepedulian anak sejak kecil,” tegas Rizal Yusuf.

Lebih lanjut ia menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi dan sekaligus ucapkan terimakasih kepada kepada penyelenggara pelatihan ini dan demikian juga merasa bangga kepada para guru RA dan MDTU yang tidak henti belajar termasuk dengan mengikuti kegiatan seminar pendidikan ini,” ucapnya.

Pihaknya berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan keagamaan serta mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman dan inklusif

Menurut Rizal Yusuf, belajar adalah sebuah fitrah manusia yang membedakan dengan ciptaan Allah lainya.

“Mahluk lain katakan ayam, kambing dan domba akan hidup Tampa belajar, tetap manusia tidak akan hidup bahagia kecuali dengan belajar,” kata Rizal Yusuf kepada sukabumitimes.com ketika dimintai konfirmasinya melalui aplikasi perpesanan WhatsApp pada Minggu (14/12/2015).

Ditambahkannya, belajar bisa dilakukan dimanapun bukan hanya dalam formalitas S1, S2 dan S3 tapi dimanapun termasuk dengan mengikuti seminar,

“Semoga RA dan MDTU makin maju dan bermanfaat bagi umat,” tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Founder Mumtaza Institute Saehudin mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama antara Al-Karima Foundation pimpinan Acep Sutisna dengan Mumtaza Institute.

“Pelatihan ini dirancang untuk menjawab tantangan pendidikan anak usia dini, khususnya dalam penguatan disiplin positif, pencegahan perundungan, serta pendidikan karakter berbasis nilai cinta dan kepedulian lingkungan,” Kata Saehudin.

Kegiatan ini juga menghadirkan keynote speaker, Muhamad Taufik Guntur, selaku akademisi dan Anggota DPRD Kota Sukabumi, yang mendorong para guru untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu beradaptasi dengan dinamika pendidikan tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan.

“Dalam kegiatan ini sejumlah materi strategis disampaikan oleh para narasumber yang berkompeten, diantaranya kegiatan inti pelatihan diisi dengan empat sesi materi yang mendalam,” ujarnya.

Pelatihan ini juga menghadirkan para ahli di bidangnya dengan menghadirkan para ahli di bidang pendidikan.

Materi 1: Disiplin Positif Sesi ini dibawakan oleh Anggraini Irawadi, membahas cara menegakkan aturan tanpa menggunakan amarah atau hukuman fisik, menekankan pentingnya disiplin yang membangun.

Materi 2: Menangani Perundungan (Bullying) Sejak Dini Disampaikan oleh Gita Desvita, sesi ini memberikan pendekatan berbasis cinta dalam pencegahan dan penanganan kasus perundungan di lingkungan sekolah.

Materi 3: Pendidikan Karakter Berbasis Ekoteologi Dibawakan oleh Yudi Ruswandi, materi ini mengenalkan konsep pendidikan karakter yang terintegrasi dengan kesadaran lingkungan dan nilai-nilai spiritual.

Materi 4: The Environment Berbasis Kurikulum Cinta Dedi Junaedi, menutup sesi materi dengan pembahasan tentang menciptakan zona aman dan nyaman di sekolah melalui kurikulum yang mengedepankan lingkungan dan kasih sayang.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi.

Diskusi dan refleksi menjadi bagian penting dalam pelatihan, sehingga guru tidak hanya memperoleh pemahaman teoretis, tetapi juga solusi praktis yang dapat diterapkan di lembaga masing-masing.

Sementara itu, Guru MDTU sekaligus pengurus PD FKDT Kota Sukabumi Yudi mengaku bangga atas diselenggarakannya kegiatan ini.

“Semoga bermanfaat bagi rekan-rekan pendidik lainnya,” pungkasnya.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para guru RA dan MDTU di Kota Sukabumi semakin profesional, berdaya, serta mampu menghadirkan pendidikan yang menumbuhkan karakter, empati, dan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *