SUKABUMITIMES.COM – Sebagai orang tua, tentu kita biasa untuk menidurkan si kecil, terkadang mereka sudah untuk ditidurkan karena inginnya bermain terus.
Nah, kita bisa coba untuk mendongengkan si kecil yang kaya akan pesan moral dan pelajaran bijak.
Enggak cuma untuk hiburan saja, cerita dongeng juga bisa jadi bekal untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan Si Kecil sejak dini. Lewat cerita yang ringan, anak pun bisa belajar memahami perilaku yang baik.
Selain itu, membaca dongeng juga dapat menjadi waktu yang hangat antara orang tua dan Si Kecil. Anak pun akan merasa diperhatikan, didengar, dan mau jika diajak bercerita.
Oleh karena itu, tidak ada salahnya kalau kita membacakan cerita dongeng tentang zaman dahulu yang sarat pesan positif untuk Si Kecil. Simak, yuk.
Mengutip dari berbagai sumber, berikut kumpulan cerita dongeng dari zaman dahulu kala yang sarat pesan moral, cocok diceritakan sebelum anak tidur.
Burung Unta yang Malas (Episode 1)
Cerita dongeng yang berjudul Burung Unta yang Malas ini dikutip dari buku Kumpulan Dongeng untuk anak 1 karya Stella Ernes.
Dahulu, semua burung bisa terbang, termasuk burung unta. Suatu ketika, Bulan memiliki telur emas raksasa yang menetas menjadi ribuan ayam-ayam emas. Begitu menetas, ayam-ayam emas itu berpencar ke seluruh penjuru langit, terlihat dari bumi seperti bintang.
Matahari ingin mengadakan pesta bagi ayam-ayam emas itu, lalu menulis surat kepada Bulan, ibu mereka, untuk mengabarkan hal ini. Matahari meminta Burung Pipit mengantarkan surat tersebut.
“Tolong berikan surat ini kepada Bulan, pesta akan diadakan minggu depan,” kata Matahari kepada Burung Pipit.
“Baik, Matahari, akan kusampaikan surat ini kepada Bulan secepatnya,” jawab Burung Pipit.
Perjalanan menuju Bulan sangat jauh dan sulit. Suatu saat, sayap Burung Pipit terluka sehingga ia tidak dapat terbang dan bingung bagaimana surat itu bisa sampai. Ia pun meminta bantuan Burung Unta.
“Burung Unta, tolong gantikan aku menyampaikan surat ini pada Bulan. Sayapku terluka dan aku tidak bisa terbang,” pinta Burung Pipit.
Burung Unta menolak dengan malas, sedang bermalas-malasan dan tak ingin diganggu. “Aku besar dan berat, tidak dapat kubayangkan harus terbang sejauh itu. Bisa-bisa sayapku juga terluka,” katanya.
Burung Pipit terus memohon hingga Burung Unta mau menolong dengan syarat Burung Pipit ikut dalam perjalanan. Namun, Burung Unta tetap menolak terbang dan mereka melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Perjalanan pun sangat lama karena Burung Unta berjalan sangat perlahan.
Akhirnya surat berhasil sampai ke Bulan, tetapi pesta sudah selesai sehingga Bulan tidak bisa hadir. Matahari pun marah setelah mengetahui alasan keterlambatan surat. “Kalau kau sangat malas terbang, apa gunanya sayap di tubuhmu?” tanya Matahari dengan kesal.
Sejak saat itu, tidak ada burung unta yang bisa terbang.
Pesan moral: Dari kisah ini, kita belajar bahwa rasa malas dan menunda tanggung jawab bisa membuat kesempatan baik terlewat begitu saja. (*/sya)

































