SUKABUMITIMES.COM – Sebagai orang tua, tentu kita biasa untuk menidurkan si kecil, terkadang mereka sudah untuk ditidurkan karena inginnya bermain terus. Nah, kita bisa coba untuk mendongengkan si kecil yang kaya akan pesan moral dan pelajaran bijak.
Enggak cuma untuk hiburan saja, cerita dongeng juga bisa jadi bekal untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan Si Kecil sejak dini. Lewat cerita yang ringan, anak pun bisa belajar memahami perilaku yang baik.
Selain itu, membaca dongeng juga dapat menjadi waktu yang hangat antara orang tua dan Si Kecil. Anak pun akan merasa diperhatikan, didengar, dan mau jika diajak bercerita.
Oleh karena itu, tidak ada salahnya kalau kita membacakan cerita dongeng tentang zaman dahulu yang sarat pesan positif untuk Si Kecil. Simak, yuk.
Mengutip dari berbagai sumber, berikut kumpulan cerita dongeng dari zaman dahulu kala yang sarat pesan moral, cocok diceritakan sebelum anak tidur.
Putri Ular dari Simalungun (Episode 2)
Dongeng ini menilik dari buku 101 Dongeng Sebelum Tidur oleh Redy Kuswanto.
Dahulu, di kawasan Simalungun, berdiri sebuah kerajaan yang makmur. Rajanya terkenal arif dan bijaksana. Sang Raja memiliki seorang putri yang amat cantik. Kecantikan sang Putri terdengar pula oleh seorang Raja Muda. Si Raja Muda yang tampan itu pun melamar sang Putri. Ternyata pinangan itu diterima atas persetujuan Raja dan Permaisuri.
“Jagalah diri selalu. Jangan sampai pernikahanmu gagal,” pesan sang Raja.
Setiap pagi sang Putri pergi mandi ditemani dayang-dayang. Ia berendam di sebuah kolam di belakang istana.
Usai berendam, sang Putri duduk di atas batu. Ia membayangkan betapa bahagianya saat pernikahan nanti.
Tiba-tiba angin bertiup kencang. Sepotong mengomel kering jatuh tepat mengenai ujung hidung sang Putri. Betapa terkejutnya sang Putri saat melihat wajahnya di cermin. Hidungnya yang mancung kini menjadi pesek. Wajahnya tidak cantik seperti semula. Ia sangat sedih. Raja Muda itu akan mencari calon istri yang lebih cantik, begitu pikiran yang memenuhi kepalanya.
Sang Putri sungguh tertekan.
Hatinya pun semakin bingung. Ia tidak ingin membuat malu dan mengecewakan kedua orang tuanya. Namun, ia tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Sang Putri lalu berdoa, “Ya Tuhan! Hukumlah hamba-Mu yang telah membuat malu kedua orang tuaku!”
Baru saja doa itu terucap, tiba-tiba petir menyambar-nyambar. Kemudian, tubuh sang Putri ditumbuhi sisik.
Ketika sisik mencapai dada, sang Putri memerintahkan dayang untuk memberi tahu ayah dan ibunya di istana. Permaisuri dan Raja tidak melihat sang Putri lagi. Yang tampak hanya seekor ular raksasa. Tak lama kemudian, ular itu masuk ke semak belukar.
Pesan moral: Bersyukurlah dengan apa yang kita miliki dan terimalah diri sendiri apa adanya. (*/sya)


























