Bayar Ratusan Juta per Bulan ke PDAM Subang, Sumber Air Aqua Kembali Dipertanyakan 

SUKABUMITIMES.COM – Kabar Aqua bayar sekitar Rp600 kita perbulan kepada PDAM Subang, sampai saat ini masih jadi tanda tanya publik.

Hal ini terkuak ketika DPR mengelar dengar pendapat, sehingga menimbulkan pertanyaan terkait dengan pola hubungan antara keduanya.

Selama ini Aqua dikenal luas sebagai merek air minum dalam kemasan yang menggunakan sumber air pegunungan.

Namun, transaksi rutin dengan perusahaan air minum daerah memicu keraguan publik terhadap klaim tersebut dan menimbulkan perdebatan mengenai transparansi perusahaan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa kesepakatan pembayaran antara Aqua dan PDAM telah berlangsung sejak 1994.

Pada masa itu, keduanya diketahui menggunakan sumber air dari lokasi yang sama.

Kini, meski sumber pengambilan Aqua telah berbeda, pembayaran tersebut tetap berjalan, sehingga menimbulkan pertanyaan baru mengenai dasar perjanjian tersebut.

Situasi ini dinilai sejumlah pengamat telah menciptakan ambiguitas yang membingungkan konsumen.

Dosen Ilmu Komunikasi Algooth Putranto menilai adanya ketidakkonsistenan antara citra air pegunungan yang diklaim perusahaan dan adanya transaksi dengan PDAM.

Dia menilai ketidaksesuaian informasi dapat memengaruhi tingkat kepercayaan publik.

“Ini bukan lagi soal benar atau salah secara hukum, tetapi soal kejelasan komunikasi,” ujar Algooth.

Menurutnya, ketidakjelasan dari perusahaan membuka ruang keraguan konsumen terhadap klaim yang selama ini disampaikan.

Sementara itu, pengamat strategi komunikasi Safaruddin Husada menekankan pentingnya penyampaian informasi yang jujur dan transparan dalam membangun persepsi publik.

Dia menilai pembayaran kepada PDAM tanpa penjelasan yang cukup telah menimbulkan celah persepsi yang perlu segera diluruskan.

Sebelumnya, Corsec Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto, yang mewakili PT Tirta Investama dengan merek air minum Aqua memberikan penjelasan ke Komisi VII DPR soal pembayaran hingga Rp 600 juta ke PDAM.

Menurut Vera, pembayaran ke PDAM itu konteksnya hanya di Subang. Kebetulan, kata dia, sumber air Aqua berdekatan dengan milik PDAM Subang.

Hal itu sesuai kesepakatan dari saat pabrik Subang berdiri untuk membayar kontribusi PDAM menjaga dan merawat air. Karena ada kekhawatiran sumber air Aqua bisa berdampak pada debit atau level air PDAM.

“Pembayaran kami bukan penggunaan air kami tetapi lebih ke kompensasi untuk merawat menjaga sumber air yang jaraknya berdekatan,” jelasnya. (net)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *