SUKABUMITIMES.COM – Setelah berbulan-bulan terputus akibat longsor, Jembatan Kopeng akhirnya kembali berdiri kokoh dan diresmikan langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana pada Kamis (6/11/2025).
Momen bersejarah ini menandai kembalinya akses vital bagi masyarakat setempat yang selama ini bergantung pada jalur tersebut untuk aktivitas sehari-hari.
Peresmian berlangsung khidmat dan ditandai dengan pemotongan pita oleh Wali Kota Sukabumi, disaksikan oleh Wakil Walikota, pejabat daerah dan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala DPUTR Kota Sukabumi, Soni Hermanto beserta jajarannya, Kepala Inspektorat, Kepala Dishub, Camat Gunung Puyuh, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar yang turut bersyukur atas rampungnya pembangunan jembatan yang sempat ambruk akibat bencana alam itu.
Dalam sambutannya, Wali Kota Ayep Zaki menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Kopeng merupakan bentuk nyata implementasi penanggulangan bencana yang cepat dan tepat. Ia menekankan bahwa pemerintah harus mampu bergerak sigap dalam menghadapi situasi darurat, selama anggaran daerah mendukung pelaksanaannya.
“Pemerintah berusaha bekerja cepat. Yang penting anggarannya tersedia dan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Ayep Zaki juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi berencana menambah anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) pada tahun 2026 untuk memperkuat kesiapan dalam menghadapi bencana maupun perbaikan infrastruktur mendesak.
Menurutnya, sumber kekuatan utama pembangunan terletak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terus ditingkatkan.
“Tahun 2025 PAD Kota Sukabumi mencapai Rp10 miliar. Anggaran ini sudah kita serap untuk berbagai proyek strategis seperti perbaikan Jembatan Kopeng, pembangunan Gedung Dekranasda, hingga pembangunan gapura perbatasan antara Kota dan Kabupaten Sukabumi,” terang Ayep.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Kopeng ini menelan biaya sekitar Rp 1,9 miliar yang bersumber dari PAD Kota Sukabumi. Ayep menegaskan pentingnya transparansi kepada publik agar masyarakat mengetahui alur penggunaan anggaran pembangunan daerah.
“Mari kita sama-sama melihat apakah pembangunan ini sesuai dengan anggaran tersebut. Kita ingin masyarakat tahu bahwa pemerintah harus transparan,” tambahnya.
Wali kota juga menyampaikan empati kepada warga yang terdampak bencana longsor di sekitar kawasan Kopeng.
Ia menyebutkan bahwa terdapat sekitar 30 warga yang terdampak langsung dan pemerintah telah menyalurkan santunan bagi mereka sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial pemerintah daerah.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi, Soni Hermanto, menjelaskan bahwa perbaikan jembatan dilakukan untuk mengembalikan fungsi infrastruktur sebagai sarana transportasi vital.
“Bencana alam tersebut menyebabkan kerusakan struktural yang membahayakan pengguna jalan. Karena itu, perbaikan perlu segera dilakukan agar keamanan dan kelancaran transportasi kembali terjamin,” ungkapnya.
Soni menambahkan, pembangunan kembali jembatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah Kota Sukabumi dalam upaya penanganan bencana dan pemulihan infrastruktur publik.
Ia menegaskan bahwa dana pembangunan bersumber dari APBD yang berasal dari PAD, sehingga seluruh proses pengerjaan dilakukan dengan prinsip akuntabilitas dan efisiensi.
Peresmian Jembatan Kopeng tidak hanya menjadi simbol pemulihan infrastruktur, tetapi juga bukti nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Dengan semangat sinergitas yang kuat, Ayep Zaki berharap Kota Sukabumi terus tumbuh menjadi daerah tangguh dan responsif terhadap bencana, sekaligus semakin maju dalam pembangunan berkelanjutan. (rus)
































