Jawa Barat Gelar Anugerah Gapura Panca Waluya 2025, SMKN 2 Didorong Jadi Teladan Pendidikan Karakter

SUKABUMITIMES.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar rapat koordinasi Anugerah Gapura Panca Waluya 2025, sebuah ajang penghargaan yang ditujukan bagi satuan pendidikan yang berhasil mengimplementasikan nilai-nilai pendidikan karakter. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (24/9/2025) dan dihadiri oleh berbagai unsur pendidik, kepala sekolah, serta perwakilan pemerintah daerah.

Anugerah Gapura Panca Waluya menekankan sembilan indikator utama yang menjadi tolok ukur penilaian. Di antaranya adalah kebersihan lingkungan, peningkatan mutu dan kompetensi guru, pendidikan ekologi, kreativitas dan inovasi peserta didik, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan membawa bekal dari rumah, hingga optimalisasi penggunaan transportasi umum atau berjalan kaki ke sekolah.

Selain itu, pengembangan ekstrakurikuler, perilaku peserta didik di luar sekolah, serta peningkatan pendidikan keagamaan juga menjadi aspek penting. Melalui indikator tersebut, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, sehat, peduli lingkungan, dan berintegritas tinggi.

Wakil Kepala Hubungan Masyarakat SMKN 2 Kota Sukabumi Slamet Widodo menegaskan, pentingnya kolaborasi seluruh elemen sekolah dalam mewujudkan nilai Panca Waluya. Ia mencontohkan, SMKN 2 kota Sukabumi sebagai salah satu sekolah vokasi besar di Jawa Barat diharapkan dapat menjadi teladan dalam penerapan pendidikan karakter, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.

“Pendidikan karakter tidak cukup hanya sebatas teori. Harus ada praktik nyata yang dirasakan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, seluruh civitas akademika perlu bersinergi, dari guru, siswa, hingga orang tua, agar nilai Panca Waluya benar-benar terinternalisasi,” ujar Selamat Widodo.

Melalui Anugerah Gapura Panca Waluya 2025, Jawa Barat meneguhkan komitmennya membangun ekosistem pendidikan yang holistik. Penghargaan ini diharapkan mampu mendorong sekolah-sekolah untuk berinovasi, menumbuhkan kesadaran hidup sehat, menjaga lingkungan, dan menguatkan spiritualitas. Dengan begitu, pendidikan di Jawa Barat tidak hanya menghasilkan lulusan terampil, tetapi juga insan yang berkarakter luhur. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *