SUKABUMITIMES.COM – Jalan rusak dan berlubang di Kota Sukabumi kini mendapat perhatian serius. Tim Satgas Anti Jalan Bolong dari Bina Marga Dinas PUTR Kota Sukabumi bergerak cepat melakukan perbaikan di sejumlah titik rawan.
Langkah ini dilakukan agar warga bisa melintas dengan aman dan nyaman tanpa dihantui rasa was-was akibat jalan yang tak rata.
Gerakan masif ini dipimpin langsung oleh Bidang Bina Marga sebagai ujung tombak dalam pemeliharaan infrastruktur perkotaan.
Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Erwin menegaskan, bahwa program ini bukan sekadar tambal sulam biasa.
“Kami ingin memastikan jalan-jalan di Kota Sukabumi bebas dari lubang, karena keselamatan warga adalah prioritas utama,” ujarnya melalui pesan WhatsApp pada Kamis (4/9/2025).
Perbaikan difokuskan di ruas-ruas vital yang kerap dilintasi masyarakat. Sejumlah titik sudah ditangani, mulai dari Jalan Keramat, Jalan Koleberes, Jalan Pabuaran, hingga Jalan Pramuka. Ruas-ruas ini dikenal sebagai jalur sibuk dengan intensitas kendaraan cukup tinggi sehingga rawan kecelakaan bila dibiarkan.
Tak berhenti di situ, Dinas PUTR memastikan perbaikan dilakukan secara bertahap untuk seluruh wilayah kota. Hingga September 2025, progres perbaikan jalan dan jembatan sudah mencapai 50 persen.
“Sisanya akan kita tuntaskan secara bertahap, targetnya semua jalan kota rapi dan nyaman dilalui,” kata Erwin optimistis.
Warga yang kerap melewati ruas-ruas tersebut menyambut baik gerakan cepat ini. Bagi mereka, jalan yang mulus bukan hanya soal kenyamanan, melainkan juga soal keamanan. Lubang-lubang jalan kerap menjadi penyebab kecelakaan, terutama pada malam hari saat pencahayaan minim.
Selain memperbaiki jalan, tim Satgas Anti Jalan Bolong juga menaruh perhatian pada estetika kota. Rumput liar di pinggiran jalan turut dibersihkan agar wajah Kota Sukabumi terlihat segar dan rapi.
“Kota ini bukan hanya harus aman, tapi juga enak dipandang,” ujar Erwin menambahkan.
Upaya bersih-bersih jalan ini sekaligus memperlihatkan wajah baru tata kota Sukabumi. Jalan-jalan yang rapi dan bebas hambatan diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan warga dan memberi citra positif bagi para pendatang yang melintas.
Gerakan ini pun jadi bukti keseriusan pemerintah kota dalam menjawab keluhan masyarakat. Selama ini, lubang-lubang jalan kerap jadi bahan pembicaraan warga, bahkan tak jarang menimbulkan keluhan keras di media sosial. Kini, keluhan itu berangsur terjawab dengan aksi nyata di lapangan.
Tak sedikit warga yang berharap gerakan ini menjadi program berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan musiman. Sebab, kondisi jalan yang prima sangat penting untuk mendukung mobilitas, kelancaran ekonomi, hingga keselamatan warga.
“Kalau jalan mulus, aktivitas jadi lancar. Semoga terus berlanjut,” ungkap seorang warga Jalan Pabuaran.
Dengan gerakan sigap Satgas Anti Jalan Bolong ini, wajah Kota Sukabumi perlahan bertransformasi. Harapannya, bukan hanya lubang-lubang jalan yang ditutup, tetapi juga celah kecelakaan bisa ditutup rapat. Kota Sukabumi pun kian mendekati cita-cita sebagai kota yang rapi, aman, dan nyaman untuk semua. (rus)


























