SUKABUMITIMES.COM – SMAN 5 Kota Sukabumi kembali menunjukkan kepedulian sosialnya melalui kegiatan rutin donor darah yang melibatkan para siswa yang telah berusia 17 tahun yang berlangsung di Kampus SMAN 5 pada Rabu (6/8/2025).
Kegiatan ini telah menjadi bagian dari rutinitas sekolah sejak tahun 2015 dan terus konsisten dilaksanakan 2 hingga 4 kali dalam satu tahun.
Pembina Palang Merah Remaja (PMR) Ervira sekaligus guru Bahasa Indonesia di SMAN 5 Kota Sukabumi, menjelaskan bahwa donor darah di sekolah tidak hanya sebagai aksi kemanusiaan, namun juga sebagai edukasi penting mengenai nilai kepedulian sosial dan kesehatan.
“Anak-anak sudah diberi pemahaman sebelumnya, sehingga mereka mau menyumbangkan darah secara sukarela, tanpa paksaan,” ujarnya.
Peserta donor berasal dari siswa kelas X, XI, dan XII yang sudah genap berusia 17 tahun. Menurut Ervira, usia tersebut merupakan masa di mana kondisi tubuh, termasuk kualitas darah dan kadar hemoglobin (Hb), berada dalam kondisi optimal.
“Hal ini menjadikan siswa sebagai pendonor potensial yang sangat dibutuhkan,” jelasnya.
Menariknya, pelaksanaan kegiatan ini dirancang sedemikian rupa agar tidak mengganggu proses belajar mengajar. Proses donor dilakukan secara bertahap, dimulai dari siswa kelas X dan dilanjutkan oleh kelas lainnya, sehingga kegiatan pembelajaran tetap berjalan dengan lancar.
Dampak positif dari donor darah ini tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat di luar sana, tetapi juga oleh para siswa sendiri. Dari sisi kesehatan, donor darah membantu memperlancar peredaran darah dan merangsang produksi darah baru.
“Setetes darah yang mereka sumbangkan bisa menyelamatkan nyawa orang lain,” tambah Ervira.
Dalam pelaksanaannya, setelah mendonorkan darah, para siswa mendapatkan bingkisan berupa susu, biskuit, dan makanan ringan sebagai bentuk apresiasi serta upaya pemulihan energi. Hal ini juga menjadi bentuk perhatian sekolah terhadap kesehatan dan kenyamanan siswa.
Donor darah ini menjadi salah satu agenda penting yang selalu dinanti siswa. Tak hanya sebagai aksi sosial, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran karakter, terutama dalam membangun empati dan rasa tanggung jawab terhadap sesama.
Terlebih saat ini, kebutuhan stok darah di berbagai rumah sakit masih mengalami kekurangan. Kegiatan ini menjadi solusi nyata sekaligus kontribusi besar dari dunia pendidikan terhadap masalah kemanusiaan yang tengah dihadapi.
Ervira juga berpesan kepada seluruh siswa untuk senantiasa menjaga kesehatan, karena kesehatan adalah modal utama dalam melakukan kebaikan.
“Tetap jaga pola hidup sehat, karena sehat itu mahal, dan sakit jauh lebih mahal,” pesannya.
Dengan semangat dan solidaritas yang kuat, SMAN 5 Kota Sukabumi berharap kegiatan donor darah ini terus menjadi budaya positif yang mengakar dalam jiwa generasi muda. (rus)



























