SUKABUMITIMES.COM – Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Parkir pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi Gatot Setiawan mengungkapkan, target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor parkir untuk tahun 2025 ini mengalami kenaikan menjadi Rp2 miliar per tahun.
Hal ini diungkapkan oleh Gatot Setiawan saat diwawancarai sukabumitimes.com di ruang kerjanya pada Selasa (10/6/2025).
“Untuk target retribusi parkir di tahun 2025 ini mencapai Rp2 miliar atau naik Rp600 juta bila dibandingkan tahun 2023 dan 2024 sebesar Rp1,4 miliar,” ungkap Gatot.
Menurut Gatot Setiawan, sebenarnya sejak adanya pergantian wali kota Sukabumi di awal tahun kemarin sempat muncul wacana untuk menaikkan target retribusi parkir itu sampai diangka Rp20 miliar.
“Tapi saya menganggap itu candaan saja, karena tidak mungkin langsung mengalami kenaikan sampai puluhan kali lipat dari pendapatan awal,” ujar Kepala UPT Parkir Dishub kota Sukabumi.
Gatot menjelaskan sebenarnya ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pencapaian retribusi parkir.
“Pertama, kita harus melihat terlebih dahulu Lahan parkir, apakah ada penambahan atau justru berkurang. Jika kita melihat kondisi saat ini, justru di beberapa tempat lahan parkir mengalami penyusutan, contoh di Jalan Dago sekarang kan hanya tinggal satu sisi yang dipergunakan untuk parkir, karena sebagian jalan dipergunakan untuk pedestrian, sehingga badan jalan mengalami penyempitan,” jelasnya.
Kemudian, masih terang Gatot, di Jalan R Syamsudin SH dan Jalan Ahmad Yani yang trotoarnya dilebarkan, sehingga areal parkir berkurang.
“Kedua, faktor cuaca. Kita harus melihat untuk sekarang ini cuaca susah diprediksi dan tidak menentu. Sebagai contoh yang seharusnya dalam beberapa bulan itu masuk musim kemarau, ternyata hujan masih ada, jadi orang malas untuk keluar rumah,” terangnya.
Kalau sering turun hujan lanjutnya, tentu saja masyarakat juga malas keluar rumah, sehingga akan mengurangi jumlah pengguna parkir.
“Dan juga adanya aplikasi online yang memudahkan masyarakat dalam memperoleh barang yang diinginkan, sekali klik dari rumah, barang langsung diantar Sampai depan rumah,” lanjutnya.
Ketiga, terkait dengan ada atau tidaknya feedback terhadap pengguna parkir terutama dari segi keamanannya.
“Nah ini juga otokritik bagi kita, apa yang bisa di dapat para pengguna parkir. Dari retribusi parkir yang didapat, dalam kondisi yang ideal, seharusnya ada cashback bagi pengguna parkir, walau hanya sedikit, contohnya pasang CCTV diarea parkir sebagai langkah keamanan kendaraan dan juga faktor penerangan di area parkir terutama yang berada pinggir kota,” bebernya.
Dengan dinaikkannya target retribusi parkir dari Rp1,4 miliar menjadi Rp2 miliar, Gatot ketika ditanya apakah mampu mencapai target tersebut? Dirinya mengungkapkan insyaAllah, ini bukan masalah bisa atau tidak capaian target. Tapi kita akan berusaha supaya mampu terpenuhi.
“Yang pasti kita akan berusaha dulu untuk mencapai target terbaru, apakah nanti berhasil atau tidak itu urusan nanti. Dan jika ternyata tidak mencapai target, tapi yang pasti kita usahakan ada kenaikan. Mungkin dari angka sebelumnya yakni Rp1,4 miliar naik menjadi Rp1,7 miliar misalnya,” pungkasnya. (sya)


























