SUKABUMITIMES.COM – Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Jawa Barat, Prof. Sutarman mengungkapkan, sebetulnya jangan ada jam malam, tetapi kalau mengingat semangatnya itu sudah bagus.
Pernyataan ini disampaikan oleh Prof. Sutarman ketika selesai melantik Majelis Pengurus Daerah (MPD) ICMI Orda Kota Sukabumi yang bertempat di Gedung Islamic Center pada Rabu (11/6/2025).
“Jangan Jam malam lah, kata itu sepertinya kok angker,” ungkap Prof. Sutarman.
Prof. Sutarman cenderung mencari formula bagaimana peran orang tua dalam mendidik anak-anaknya supaya pada malam hari jangan sampai keluar rumah.
“Yang terpenting orang tua harus bisa membina anaknya supaya betah di rumah pada malam hari,” pendapatnya.
Bahwa pendidikan karakter itu penting, Prof. Sutarman ketua Orwil ICMI Jawa Barat menceritakan sewaktu dirinya kecil, setiap Maghrib itu para guru berputar ke tempat indekost, jangan sampai malam-malam para pelajar keluar rumah.
“Semua itu dulu dilaksanakan, terlepas apakah itu baik atau jelek. Dan yang jelas saya adalah produk dari zaman itu,” ujarnya.
Kemudian, mengenai barak militer yang digaungkan oleh gubernur Kang Dedi Mulyadi (KDM), yang saat ini menjadi kontroversi, Prof. Sutarman berpendapat, barak itu tempat mendisiplinkan diri.
“Baik itu disiplin bangun tidur, disiplin makan, disiplin belajar, maupun disiplin main, harus ontime pada waktunya,” tuturnya.
Masih kata Prof., barak militer itu bisa dilaksanakan, namun dalam tahapan awal kondisi darurat saja.
“Saya kira itu tahap awal dan dalam kondisi darurat ya. Kalau dilaksanakan sepanjang zaman itu bukan kondisi darurat,” pungkasnya. (sya)





























