DPRD Bicara 100 Hari Kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi, Rojab: Jalinlah Komunikasi dan Sinergitas

SUKABUMITIMES.COM – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi Rojab Asyari mengungkapkan, momentum 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dan Bobby Maulana bukan menjadi ukuran untuk penilaian sebuah kinerja atau parameter.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD Rojab Asyari pada Senin (9/6/2025). Ia menyadari bahwa sebenarnya masyarakat itu berharap dengan 100 hari kerja, wali kota harus sudah ada gebrakan yang langsung dirasakan oleh masyarakat kota Sukabumi.

“Ada sisi positif sebenarnya beberapa gebrakan meskipun banyak yang menganggap kontroversi, seperti wakaf uang, kerjasama pemerintah dengan badan usaha maupun yang lainnya,” ujar anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan Rojab Asyari pada Senin (9/6/2025).

Rojab berharap agar program kerja wali kota tidak menimbulkan kontroversi. Untuk itu, semua itu harus segara dimasukkan Ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“RPJMD itukan suatu dokumen perencanaan strategis yang mengatur pembangunan kota Sukabumi lima tahun ke depan,” harapnya.

Menurutnya, semua program wali kota itu harus selaras dengan visi dan misi yang tertuang dalam RJPMD.

“Pembangunan itu harus selaras dengan visi dan misi dalam RJPMD,” ujarnya.

Diakuinya, kota Sukabumi saat ini boleh dibilang lambat bila dibandingkan dengan kabupaten Sukabumi yang sudah memasuki rancangan akhir RPJMD.

“Justru, kota Sukabumi baru memasuki di babak Peraturan Wali Kota (Ranwal) saja,” akunya.

Disisi lain, wakil ketua DPRD Rojab Asyari menyayangkan selama ini Wali Kota Ayep Zaki sering kali mengandalkan bahkan lebih percaya kepada tim non ASN di lingkarannya dalam melaksanakan kebijakan pimpinan yang seharusnya dilakukan oleh ASN dibawahnya.

“Kami juga berharap wali kota dapat berkomunikasi dan berkoordinasi dengan DPRD. Karena keduanya memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. APBD dan berbagai keputusan penting lainnya harus disepakati bersama,” bebernya.

“Sehingga terjalinnya sinergitas antara keduanya dan ini sangat krusial dalam pembangunan kota Sukabumi,” pungkasnya. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *